Feb 20th 2025, 11:25, by Andreas Gerry Tuwo, kumparanNEWS
Sejumlah petugas polisi berjaga di Wina, Austria, Selasa (3/11). Foto: Leonhard Foeger/REUTERS
Aparat keamanan Austria menangkap bocah 14 tahun yang dicurigai akan menyerang stasiun kereta di Wina. Diduga bocah itu adalah pendukung ISIS dan telah terpapar ideologi radikal lewat internet.
Keterangan itu disampaikan Kemendagri Austria pada Rabu (19/2), beberapa hari setelah serangan senjata tajam yang melukai lima orang di Villach, Austria.
"Intelijen domestik dan polisi telah mencegah sebuah aksi teroris di Wina," ucap keterangan Kemendagri seperti dikutip dari Reuters.
"Pelaku berusia 14 tahun merupakan warga negara Austria yang punya garis keturunan Turki dan telah diradikalisasi lewat internet," sambung dia.
Dalam penggeledahan di rumah pelalu ditemukan sejumlah buku ideologi radikal. Terdapat pula dua bilah pisau dan instruksi membuat bom.
Material berupa pipa almunium yang biasanya dipakai membuat bom rakitan juga ada di rumah pelaku.
"Direktorat Keamanan dan Intelijen Negara (DSN) menerima informasi bahwa seorang pendukung organisasi teroris yang awalnya tidak dikenal menyebarkan cerita dan video dengan ide-ide Islamis di beberapa profil TikTok," kata kementerian tersebut, menjelaskan bagaimana penyelidikan dimulai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar