Jun 12th 2024, 19:45, by Dicky Adam Sidiq, kumparanNEWS
Menjelang Idul Adha, warga Aljazair melakukan kunjungan tahunan ke kota Bou Saada untuk membeli pisau Bou Saadi yang ditempa oleh Abderrahmane Douffi, seorang ahli pandai besi berusia 85 tahun yang bilahnya terkenal karena kualitasnya. Foto: Ramzi Boudina/REUTERSDouffi, yang diyakini sebagai salah satu pembuat pisau asli terakhir di kota itu, membawa warisan turun-temurun. Foto: Ramzi Boudina/REUTERSDia mulai mempelajari membuat pisau ini dari ayah dan pamannya sejak berusia delapan tahun. Foto: Ramzi Boudina/REUTERSDitempa dari baja murni, pisau Bou Saadi dikenal tahan lama dan tajam, menjadikannya alat serba guna untuk menyembelih ternak, mencukur, atau bahkan membantu kaum revolusioner di masa lalu. Foto: Ramzi Boudina/REUTERSFoto: Ramzi Boudina/REUTERS
Menjelang Idul Adha, warga Aljazair melakukan kunjungan tahunan ke kota Bou Saada untuk membeli pisau Bou Saadi yang ditempa oleh Abderrahmane Douffi, seorang ahli pandai besi berusia 85 tahun yang bilahnya terkenal karena kualitasnya.
Douffi, yang diyakini sebagai salah satu pembuat pisau asli terakhir di kota itu, membawa warisan turun-temurun.
Dia mulai mempelajari membuat pisau ini dari ayah dan pamannya sejak berusia delapan tahun.
Ditempa dari baja murni, pisau Bou Saadi dikenal tahan lama dan tajam, menjadikannya alat serba guna untuk menyembelih ternak, mencukur, atau bahkan membantu kaum revolusioner di masa lalu.
Pandai besi Abderrahmane Douffi memegang pisau tradisional 'Bou Saadi' yang diketahui digunakan untuk kurban Idul Adha di dalam bengkelnya di kota Bou Saada, Aljazair. Foto: Ramzi Boudina/REUTERS
Tidak ada komentar:
Posting Komentar