Apr 13th 2024, 17:00, by Berita Terkini, Berita Terkini
Ilustrasi pahala puasa Syawal. Sumber: pexels.com
Setelah melaksanakan ibadah puasa Ramadan, umat muslim disunahkan untuk melaksanakan puasa sunah di bulan Syawal selama enam hari berturut-turut. Tentu saja ada banyak pahala puasa Syawal yang akan diperoleh umat muslim yang melaksanakannya.
Hal ini tidak terlepas dari banyaknya keutamaan puasa Syawal dalam agama Islam. Oleh karena itu, ibadah sunah ini sangat dianjurkan untuk dilaksanakan.
Keutamaan dan Pahala Puasa Syawal bagi Umat Muslim
Ilustrasi pahala puasa Syawal. Sumber: pexels.com
Mengutip dari buku Fikih Ramadhan, Wafi Marzuqi Ammar (2024:87), pahala puasa Syawal bagi umat muslim yang melaksanakannya adalah akan mendapatkan pahala seperti puasa selama setahun penuh.
Adapun keutamaan puasa sunah Syawal lainnya yang perlu diketahui umat muslim adalah sebagai berikut.
1. Menjadi Penyempurna Puasa Ramadan
Umat muslim dianjurkan untuk melaksanakan puasa Syawal sebagai pelengkap atau penyempurna dari ibadah puasa Ramadan. Hal ini selaras dengan hadis At-Tirmidzi yang berbunyi sebagai berikut.
Artinya, "Amalan seorang hamba yang dihisab pertama kali di hari kiamat adalah salat. Jika salatnya baik, maka sungguh dia beruntung dan selamat. Jika salatnya buruk, maka sungguh dia celaka dan rugi. Jika ada kekurangan pada salat wajibnya, Allah Ta'ala berfirman, 'Periksalah, apakah hamba-Ku memiliki amalan sunnah yang dapat menyempurnakan kekurangan ibadah wajibnya?' Kemudian yang demikian berlaku pada seluruh amal wajibnya."
2. Menjadi Tanda Diterimanya Puasa Ramadan
Melaksanakan ibadah puasa Syawal juga menjadi salah satu pertanda diterimanya puasa Ramadan. Adapun terkait hal ini telah dijelaskan dalam hadis yang berbunyi sebagai berikut.
ثواب الحسنة الحسنة بعدها فمن عمل حسنة ثم اتبعها بعد بحسنة كان ذلك علامة على قبول الحسنة الأولى كما أن من عمل حسنة ثم اتبعها بسيئة كان ذلك علامة رد الحسنة وعدم قبولها
Artinya, "Ganjaran perbuatan baik adalah perbuatan baik setelahnya, maka siapa saja yang berbuat kebaikan kemudian mengikutkannya dengan perbuatan baik lainnya maka hal yang demikian adalah tanda diterimanya kebaikan yang pertama, pun halnya orang yang berbuat baik kemudian mengikutkannya dengan perbuatan buruk maka yang demikian adalah tanda ditolaknya kebaikan yang ia kerjakan."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar