Search This Blog

Alasan Perbedaan Strategi di Antara Pemimpin Indonesia dalam Menghadapi Jepang

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Alasan Perbedaan Strategi di Antara Pemimpin Indonesia dalam Menghadapi Jepang
Feb 9th 2024, 20:19, by Berita Terkini, Berita Terkini

Ilustrasi untuk Mengapa Terdapat Perbedaan Strategi Diantara Pemimpin Indonesia dalam Menghadapi Jepang. Sumber: Unsplash/Markus Winkler
Ilustrasi untuk Mengapa Terdapat Perbedaan Strategi Diantara Pemimpin Indonesia dalam Menghadapi Jepang. Sumber: Unsplash/Markus Winkler

Jepang pernah menjajah Indonesia selama sekitar 3,5 tahun. Selama masa itu, para pemimpin Indonesia melakukan perlawanan dengan strategi berbeda. Mengapa terdapat perbedaan strategi di antara pemimpin Indonesia dalam menghadapi Jepang?

Pada masa itu, golongan nasionalis dibagi menjadi dua kelompok, yakni golongan kooperatif dan golongan nonkooperatif. Meskipun terbagi, kedua golongan tersebut sama-sama memiliki rasa cinta tanah air.

Alasan Mengapa Terdapat Perbedaan Strategi di Antara Pemimpin Indonesia dalam Menghadapi Jepang

Ilustrasi untuk Mengapa Terdapat Perbedaan Strategi Diantara Pemimpin Indonesia dalam Menghadapi Jepang. Sumber: Unsplash/Chris Lawton
Ilustrasi untuk Mengapa Terdapat Perbedaan Strategi Diantara Pemimpin Indonesia dalam Menghadapi Jepang. Sumber: Unsplash/Chris Lawton

Mengutip dari Seri IPS Sejarah 3 SMP Kelas IX, Prawoto (2007:21), pada saat Perang Dunia II terjadi, Indonesia yang tadinya berada di bawah pemerintahan Belanda beralih berada di bawah pendudukan pemerintah militer Jepang.

Jepang menggunakan sistem pendudukan militer dan membawa dampak yang sangat buruk bagi kesejahteraan rakyat Indonesia. Hal ini membuat para pemimpin Indonesia menyusun strategi untuk melakukan perlawanan.

Mengapa terdapat perbedaan strategi diantara pemimpin Indonesia dalam menghadapi Jepang? Perbedaan strategi tersebut muncul karena adanya perbedaan pandangan dari para pemimpin. Akhirnya, golongan nasionalis terpecah menjadi dua golongan.

Golongan Kooperatif dan Nonkooperatif

Ilustrasi untuk Mengapa Terdapat Perbedaan Strategi Diantara Pemimpin Indonesia dalam Menghadapi Jepang. Sumber: Unsplash/Stijn Swinnen
Ilustrasi untuk Mengapa Terdapat Perbedaan Strategi Diantara Pemimpin Indonesia dalam Menghadapi Jepang. Sumber: Unsplash/Stijn Swinnen

Beberapa lembaga yang diciptakan Jepang telah menumbuhkan semangat cinta tanah air pada diri rakyat Indonesia. Berikut penjelasan mengenai golongan kooperatif dan nonkooperatif.

1. Golongan Kooperatif

Gerakan yang bersifat kooperatif muncul dari larangan Jepang terhadap organisasi nasional dan hanya mengakui organisasi bentukan Jepang. Organisasi bentukan Jepang bertujuan untuk kepentingan pembentukan Asia Timur Raya.

Hal ini dimanfaatkan oleh tokoh kooperatif untuk menyusun strategi demi kemerdekaan Indonesia. Gerakan kooperatif ini merumuskan dasar negara dan undang-undang yang akan digunakan setelah Indonesia merdeka. Beberapa gerakan kooperatif adalah sebagai berikut.

  • Putera (Pusat Tenaga Rakyat)

  • Cuo Sangi In

  • BPUPKI dan PPKI

  • Jawa Hokokai

  • Majelis Islam A'la Indonesia (MIAI)

2. Golongan Nonkooperatif

Golongan nonkooperatif adalah golongan yang tidak mau bekerja sama dengan pemerintah Jepang. Golongan ini melakukan berbagai perlawanan bawah tanah terhadap pemerintah pendudukan Jepang. Berikut beberapa kelompok yang termasuk golongan nonkooperatif.

  • Kelompok Sjahrir

  • Kelompok Amir Sjarifuddin

  • Kelompok Persatuan Mahasiswa

  • Kelompok Sukarni

  • Kelompok Pemuda Menteng

  • Kelompok Kaigun

Baca juga: Alasan Dibentuk Putera dan Tujuannya di Zaman Penjajahan

Jadi, alasan mengapa terdapat perbedaan strategi diantara pemimpin Indonesia dalam menghadapi Jepang adalah karena adanya perbedaan pandangan. Ada beberapa tokoh yang berpandangan kooperatif dan ada juga yang nonkooperatif. (KRIS)

Media files:
01hp60p1tx8qg9c5wxnrkf8227.jpg (image/jpeg)
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar