Search This Blog

Dukung Upaya Pemerintah Capai Bebas Karbon 2060, Ini strategi BNI

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Dukung Upaya Pemerintah Capai Bebas Karbon 2060, Ini strategi BNI
Mar 3rd 2023, 18:09, by Ema Fitriyani, kumparanBISNIS

Milenial BNI dalam Program Penanaman Pohon di Pantai Anyer ini, Minggu (27/3/2022). Dok BNI
Milenial BNI dalam Program Penanaman Pohon di Pantai Anyer ini, Minggu (27/3/2022). Dok BNI

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI berkomitmen mendukung upaya pemerintah mencapai nol emisi karbon pada 2060. Perekonomian akan tumbuh melalui masa transisi dan akan mengarah pada penggunaan energi baru terbarukan (EBT).

Portofolio perseroan terkait aktivitas sustainable economy hingga saat ini tercatat meningkat hingga melampaui 28,5 persen dari total portofolio kredit BNI.

Sustainable portfolio ini utamanya diberikan untuk kebutuhan pengembangan ekonomi sosial masyarakat melalui pembiayaan segmen kecil sebesar Rp 123,2 triliun. Selain itu, pengelolaan bisnis ramah lingkungan dan sumber daya alam hayati sebesar Rp 19,7 triliun, energi baru dan terbarukan sebesar Rp 10,9 triliun, pembiayaan untuk pencegahan polusi sebesar Rp 4 triliun, serta Sustainable Portfolio lainnya sebesar Rp 25,1 triliun.

Direktur Utama BNI, Royke Tumilaar, mengatakan BNI optimistis bisa meningkatkan porsi sustainable portofolio. Optimisme ini tumbuh dengan semakin besarnya kesadaran para pengusaha dalam menerapkan operasional lebih hijau, utamanya melalui penerapan teknologi.

"Portofolio sustainable banking kami cukup besar. BNI cukup lama masuk di area ekonomi berkelanjutan ini, dan tahun lalu kita sudah terbitkan green bond pertama di Indonesia," kata Royke.

Royke memaparkan, BNI memperoleh penghimpunan dana dari obligasi berwawasan lingkungan alias green bond senilai Rp 5 triliun. Dana yang diperoleh dari penawaran umum green bond tersebut akan digunakan untuk pembiayaan maupun pembiayaan kembali proyek berwawasan lingkungan.

Komitmen perseroan terkait green banking juga salah satunya diwujudkan dalam sustainable portofolio yang BNI lakukan untuk sektor-sektor ramah lingkungan.

Dalam rangka mendukung teknologi yang mendukung ekonomi berkelanjutan, BNI juga terus berinovasi dengan mengembangkan produk Sustainability Linked Loan (SLL) yang dapat digunakan oleh pelaku industri untuk melakukan transisi produksi serta investasi ke proses yang lebih berkelanjutan dan lebih hujau.

Di samping itu, BNI juga memberikan penawaran pembiayaan kendaraan listrik (EV) dengan suku bunga khusus dan persyaratan yang cukup ringan. Bahkan, BNI juga mempersiapkan infrastruktur ekosistem kendaraan listrik, dengan menjadi bank pertama di Indonesia yang menggunakan skema kerjasama SPKLU Partnership Investor Own Investor Operate (IO2) dari PLN.

Di samping itu, BNI telah berkomitmen melakukan perhitungan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) Scope 1, 2, dan 3 sehingga ke depannya dapat menjadi acuan dalam mengukur keberhasilan perseroan dalam upaya menekan emisi karbon.

Ilustrasi gedung Bank BNI. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Ilustrasi gedung Bank BNI. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Pada periode pelaporan 2022, BNI melakukan penyesuaian metodologi perhitungan dalam hal klasifikasi sumber emisi untuk menghitung emisi khususnya scope 3 yang meliputi, perjalanan dinas darat, perjalanan dinas udara, dan emisi pembiayaan dengan mengadopsi metodologi dari PCAF.

Tidak hanya itu, BNI juga mulai menghitung emisi pembiayaan untuk debitur segmen menengah dan korporasi, yaitu sektor perkebunan perkebunan, industri turunan produk perkebunan, pertambangan dan perdagangan komoditas, industri pengolahan, industri perdagangan, pulp and paper, konstruksi, hingga PLTU.

Di dalam peta jalan ESG, BNI akan menghitung emisi GRK Scope 1 dan 2 untuk seluruh kantor BNI hingga kantor cabang pembantu (KCP) di seluruh Indonesia, yang saat ini sedang dilakukan penyusunan pedoman dan format pengumpulan data sumber emisi agar ke depan perhitungan emisi dapat dilakukan lebih detail dan presisi.

"BNI berkomitmen untuk mendukung upaya Pemerintah mencapai nol emisi karbon pada tahun 2060. Perekonomian tumbuh melalui masa transisi dan akan mengarah pada penggunaan EBT," pugkas Royke.

Media files:
01gtkf2aw43ccx5fszm8ct4ygf.jpg (image/jpeg)
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar