Feb 20th 2023, 15:58, by Masruroh, BASRA (Berita Anak Surabaya)
dr. Caesar Lagaliggo Givani, Sp. PD, spesialis penyakit dalam RS Premier Surabaya. Foto: Masruroh/Basra
Donor darah adalah perbuatan mulia yang sangat berarti bagi kehidupan orang lain. Setiap satu kantung darah bisa menyelamatkan hidup orang lain. Meski demikian masih ada saja mitos yang beredar tentang donor darah.
dr. Caesar Lagaliggo Givani, Sp. PD, spesialis penyakit dalam RS Premier Surabaya mengungkapkan, munculnya mitos tersebut karena masih ada warga yang khawatir untuk donor darah.
"Mungkin karena khawatir ya. Mereka tidak tahu ya wajar. Tapi edukasi dari PMI (Palang Merah Indonesia) saat ini sudah cukup baik," kata Caesar kepada Basra, Senin (20/2).
Caesar lantas menuturkan, mitos yang paling banyak beredar terkait donor darah adalah donor darah bisa mengakibatkan pendonornya kehabisan darah. Mitos ini jelas salah besar, karena ahli medis hanya akan mengambil sekitar 8–12 persen dari volume darah dari tubuh, yang tergantung pada berat badan.
"Darah yang diambil itu tidak terlalu banyak, hanya sekitar 350 cc. Kalau sudah dilakukan sesuai rule yang ada tidak akan terjadi sesuatu yang buruk. Malah banyak yang merasa jauh lebih segar setelah melakukan donor darah," jelasnya.
Mitos lainnya yang beredar terkait donor darah menurut Caesar adalah donor darah dapat menularkan penyakit tertentu, misalnya Hepatitis.
"Itu mitos ya. Tidak bisa (menularkan penyakit) karena kita kan mendonorkan darah bukan menerima darah. Dan semua peralatan untuk donor darah itu steril," tegasnya.
"Yang mungkin terjadi adalah selama ini dia tidak pernah cek (kesehatan), dan baru ketahuan (ada Hepatitis) ketika (skrining) donor darah," sambungnya.
Caesar menuturkan jika donor darah dapat merangsang pembentukan sel baru.
"Nah sel baru itu kualitasnya lebih baik dari sebelumnya," tukasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar