Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY memperingatkan potensi hujan badai yang bakal terjadi dalam 3 hari ke depan. Di samping itu gelombang tinggi juga mengancam perairan di pantai selatan DIY.
Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Warjono mengatakan berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer, MJO terpantau berada di fase 3 yang mulai aktif utamanya di sebelah Barat Indonesia. Indeks ENSO di NINO3.4 : -0.56 (normal ±0.5) berkontribusi pula terhadap pertumbuhan awan hujan di Indonesia.
Kondisi tersebut juga didukung dengan adanya pusat tekanan rendah di Samudera Hindia sebelah Barat Daya Jawa dan Samudera Hindia Selatan Bali dan NTB yang menyebabkan terbentuknya pola konvergensi (pertemuan arus angin) di wilayah Jawa serta Perairan Selatan Jawa.
"Kondisi ini memicu peningkatan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah D.I Yogyakarta dan gelombang laut tinggi di wilayah perairan selatan Yogyakarta," kata dia, Senin (6/2/2023).
Berdasarkan kondisi tersebut di atas, BMKG DIY memprakirakan potensi curah hujan dengan intensitas sedang-lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang serta gelombang laut tinggi di perairan Yogyakarta untuk periode tanggal 7 – 9 Februari 2023 dapat terjadi di wilayah DIY.
Tanggal 7 Februari 2023 curah hujan dengan intensitas sedang-lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang bakal terjadi di wilayah Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul, Kulon Progo, dan Gunungkidul. Sementara tinggi gelombang laut 2,5 – 4 m atau kategori Tinggi.
"Tanggal 8 Februari 2023 bakal terjadi di wilayah Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul, Kulon Progo, dan Gunungkidul. Dan tinggi gelombang laut 2,5 – 4 m," ujar dia.
Sementara tanggal 9 Februari 2023 di Wilayah Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul bagian utara, Kulon Progo bagian utara, dan Gunungkidul. Sementara tinggi gelombang laut 2,5 – 4 m atau dalam kategori tinggi.
"BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi," terang dia.
Ancaman bencana berupa banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang dan puting beliung, terutama untuk masyarakat yang berada dan tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi serta waspada bagi para nelayan dan para wisatawan yang akan berwisata ke daerah pantai selatan , agar menjauhi bibir pantai.
"Warga pesisir juga kami minta untuk tidak melakukan aktivitas wisata di tengah perairan dan selalu mematuhi imbauan petugas di sekitar lokasi,"tambahnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar