Jan 14th 2023, 09:58, by Sinta Yuliana, Lampung Geh
Ibu-ibu pekerja harian saat memilih teri di salah satu pengelolaan ikan asin di Pulau Pasaran. | Foto: Sinta Yuliana/Lampung Geh
Lampung Geh, Bandar Lampung - Sejumlah nelayan di Pulau Pasaran, Kota Bandar Lampung keluhkan sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar.
Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu nelayan di Pulau Pasaran, Kota Bandar Lampung, Udin kepada Lampung Geh, Sabtu (14/1).
Ibu-ibu pekerja harian saat memilih teri di salah satu pengelolaan ikan asin di Pulau Pasaran. | Foto: Sinta Yuliana/Lampung Geh
"Susah sekarang, mana kalo ngisi solar di SPBU kan nggak bisa pake jeriken, jadi kalo nggak ada solar yah kami libur. Kalaupun mau melaut kami terpaksa beli dari Stasiun Pengisian Bahkan Bakar Nelayan (SPBN) dan itu cukup lama," katanya.
Disisi lain, liburnya para nelayan melaut mengakibatkan hasil tangkapan olahan ikan asin di Pulau Pasaran, Kota Bandar Lampung, berkurang.
Ibu-ibu pekerja harian saat memilih teri di salah satu pengelolaan ikan asin di Pulau Pasaran. | Foto: Sinta Yuliana/Lampung Geh
"Yah keadaannya kayak gini, sekarang hasil tangkapan nelayan dikit, banyak yang libur. Biasanya kalau normal bisa sampai 1 ton ikan yang diolah, sekarang paling banyak 2 kuintal," ucap Edi, salah satu pemilik pengolahan ikan asin di Pulau Pasaran.
Edi mengatakan saat ini nelayan kecil harus mengantre terlebih dahulu di Stasiun Pengisian Bahkan Bakar Nelayan (SPBN) untuk mendapatkan solar.
"Nelayan kecil nyari solar setengah mati, kalau nelayan besar mudah banget. Kalau pun ada untuk perahu kecil jatahnya dikit, nggak kayak nelayan gede," jelasnya.
Menurutnya, kelangkaan solar itu sangat merugikan bagi nelayan maupun pemilik pengolahan ikan asin. Sebab, lanjut Edi, peminat ikan asin olahan Pulau Pasaran masih cukup tinggi. (*)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar