Jan 13th 2023, 20:06, by Sinar Utami, kumparanBISNIS
Public Expose PT Hillcon Tbk di Ballroom Grand Hyatt, Jumat (13/1/2023). Foto: Narda Margaretha Sinambela/kumparan
Calon emiten kontraktor tambang nikel PT Hillcon Tbk berencana melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) sebanyak-banyak 442.300.000 saham atau 15 persen dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO. Perseroan menargetkan bisa meraih pendapatan sebanyak Rp 6 triliun pada tahun ini.
Direktur Keuangan Hillcon, Jaya Angdika mengungkapkan, tak hanya pos pendapatan, perusahaan juga menargetkan bisa meraup laba bersih hingga Rp 1 triliun.
Adapun per Desember 2022, Hillcon mampu meraup pendapatan sekitar Rp 3,2 triliun dengan laba induk lebih dari Rp 300 miliar.
"Kita harapkan tahun ini dengan ada dana IPO, kita dapat mendapat sampai Rp 6 triliun di 2023 untuk pendapatan, net income bisa mencapai Rp 1 triliun," ujar Jaya dalam Konferensi Pers Public Expose Hillcon di Ballroom Grand Hyatt, Jumat (13/1).
Berdasarkan prospektus, perusahaan yang akan memiliki kode saham HILL itu mulai tercatat di bursa pada 15 Februari 2023. Adapun harga perdana saham yang ditawarkan yaitu Rp 1.250-Rp2.000 per saham, sehingga target dana IPO yang diperoleh Hillcon hingga maksimal sebesar Rp 884,6 miliar.
Dana Hasil IPO untuk Modal Kerja
Public Expose PT Hillcon Tbk di Ballroom Grand Hyatt, Jumat (13/1/2023). Foto: Narda Margaretha Sinambela/kumparan
Presiden Direktur Hillcon Hersan Qiu merincikan seluruh dana hasil IPO sekitar 55 persen digunakan untuk modal kerja anak usaha PT Hillconjaya Sakti (HS) yang meliputi biaya produksi penambangan, termasuk biaya bahan bakar, overhead dan pemeliharaan seluruh alat-alat.
Sementara, sisanya 45 persen akan digunakan untuk belanja modal atau capex untuk pembelian alat-alat berat seperti main fleet dan supporting fleet yang akan mendukung kegiatan operasional HS di sektor nikel.
"Kalau dana bisa kita raup itu kita akan fokus kepada pertumbuhan daripada perusahaan," kata Hersan.
Roadshow dan penawaran awal (bookbuilding) saham Hillcon dijadwalkan pada 12-26 Januari 2023. Pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan bisa diperoleh pada 7 Februari 2023.
Untuk memuluskan rencana aksi korporasi ini, manajemen Hillcon telah menunjuk PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia dan PT Sucor Sekuritas Indonesia sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek Perseroan, serta Macquarie sebagai Penjamin Emisi Efek.
Bisa Perkuat Industri Nikel Indonesia
Hersan menilai melalui IPO ini Hillcon dapat ikut memperkuat industri nikel. Sebab, rencana IPO Hillcon ini merupakan bagian dari upaya mengembangkan bisnis, menciptakan nilai yang optimal bagi Perseroan dan stakeholder serta demi mewujudkan ekosistem industri nikel Indonesia dan global.
"Itu sebabnya, kami melakukan roadshow untuk menawarkan saham ke publik," ungkapnya.
Ia berharap Hillcon mampu menarik investor untuk menginvestasikan dana di Indonesia demi memperkuat perekonomian nasional dan pembukaan lapangan kerja. Selain itu, Hillcon memiliki ekosistem bisnis nikel yang lengkap.
Hal ini seiring pertumbuhan penjualan mobil listrik dan peningkatan konsumsi nickel metal industri baterai. "Ekosistem ini didukung oleh produsen nikel dalam negeri. Indonesia merupakan produsen nikel terbesar di dunia," jelas dia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar