Jan 6th 2023, 18:07, by Jemima Shalimar, kumparanNEWS
Pavlo, seorang tentara Ukraina, berdiri di atap universitas yang rusak, saat serangan Rusia ke Ukraina berlanjut, dari serangan rudal baru-baru ini di Kramatorsk Ukraina, Selasa (13/12/2022). Foto: Shannon Stapleton/REUTERS
Rusia dan Ukraina saling melancarkan serangan di wilayah timur tanpa tanda-tanda akan mematuhi gencatan senjata 36 jam yang diperintahkan secara sepihak oleh Presiden Rusia, Vladimir Putin, untuk menandai perayaan Natal Ortodoks.
Rusia menghantam Kota Kramatorsk yang terletak dekat garis depan kawasan industri Donetsk yang diklaim telah dianeksasi Kremlin.
"Kramatorsk diserang. Tetap di tempat perlindungan," jelas Wali Kota Kramatorsk, Oleksandr Honcharenko, dikutip dari Reuters, Jumat (6/1).
Rusia turut menyerang wilayah selatan, tepatnya Kota Kherson, tak lama setelah gencatan senjata seharusnya berlaku di Ukraina. Serangan itu menyebabkan beberapa orang tewas dan terluka.
Ukraina tidak menerangkan apakah serangan di Kherson terjadi sebelum atau setelah gencatan senjata mulai berlaku.
"Setidaknya ada empat ledakan. Mereka berbicara tentang gencatan senjata. Inilah siapa yang kami perangi," kata wakil kepala administrasi kepresidenan Ukraina, Kyrylo Tymoshenko, dikutip dari AFP.
Kondisi kerusakan gedung Administrasi Negara Regional Kherson usai terkena serangan roket Rusia di Kherson, Ukraina. Foto: Kherson Regional State Administration/via REUTERS
Sejak invasi Ukraina bermula pada 24 Februari 2022, perang telah menewaskan puluhan ribu orang. Jutaan orang telantar, sedangkan kota-kota runtuh menjadi puing-puing.
Ukraina berhasil mengusir pasukan Rusia dari beberapa wilayahnya.
Namun, pertempuran masih berkecamuk di kota-kota timur dan selatan. Secara mengejutkan, Putin kemudian memerintahkan pasukannya untuk melakukan gencatan senjata pada Kamis (5/1).
Kremlin menyerukan agar gencatan senjata berlangsung sejak pukul 12.00 pada 6 Januari 2023 hingga 24.00 pada 7 Januari 2023. Sebab, Gereja Ortodoks Rusia memperingati Natal pada 7 Januari.Kondisi arena es yang dihancurkan oleh serangan rudal Rusia di Druzhkivka, Ukraina. Foto: Clodagh Kilcoyne/REUTERS
Ukraina dan sekutunya telah menolak gagasan tersebut. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, meyakini tujuan gencatan senjata adalah menghentikan kemajuan pasukan Ukraina di Donetsk dan Donbass, serta menarik lebih banyak pasukan Rusia.
"Mereka sekarang ingin menggunakan Natal sebagai kedok, meski sebentar, untuk menghentikan gerak maju pasukan kami di Donbass dan membawa peralatan, amunisi, dan pasukan yang dimobilisasi lebih dekat ke posisi kami," ujar Zelensky.
Selama beberapa hari sebelumnya, Ukraina mengaku telah berhasil menangkal beberapa serangan Rusia. Moskow sedang fokus merebut kota-kota di Donetsk, termasuk Bakhmut, yang telah menyaksikan pertempuran terberat dalam beberapa pekan terakhir.
Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, lantas menuduh bahwa tawaran gencatan senjata adalah tanda keputusasaan Putin.
"Saya pikir dia sedang mencari oksigen," kata Biden kepada wartawan di Gedung Putih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar