Search This Blog

Purbaya: Indonesia Terlepas dari Kutukan Pertumbuhan Ekonomi 5 Persen

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Purbaya: Indonesia Terlepas dari Kutukan Pertumbuhan Ekonomi 5 Persen
May 5th 2026, 14:05 by kumparanBISNIS

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Selasa (27/1/2026). Foto: Widya Islamiati/kumparan
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Selasa (27/1/2026). Foto: Widya Islamiati/kumparan

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 mencapai 5,61 persen secara tahunan (year on year/yoy). Capaian ini dinilai menjadi sinyal kuat ekonomi domestik mulai keluar dari pola pertumbuhan stagnan di kisaran 5 persen dalam beberapa tahun terakhir.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut sebagai pencapaian penting di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi. Ia menyebut, kinerja ini juga menunjukkan akselerasi dibandingkan periode sebelumnya.

“Begitu tercapai 5,61 persen, ini prestasi yang luar biasa di tengah gejolak tekanan perekonomian global yang amat tidak menentu. Kita masih bisa tumbuh sesuai dengan target 5,61 persen dan dibandingkan triwulan IV tahun lalu kan tumbuhnya lebih cepat. Dulu 5,39 persen sekarang 5,6 persen,” kata Purbaya dalan konferensi pers APBN KiTa, Selasa (5/5).

Menurut Purbaya, kenaikan dari 5,39 persen pada kuartal IV 2025 menjadi 5,61 persen di awal tahun ini menjadi indikasi bahwa laju ekonomi mulai berakselerasi. Ia bahkan menyebut Indonesia mulai keluar dari apa yang selama ini disebut sebagai “jebakan” pertumbuhan 5 persen.

“Jadi clear sekali kita sudah bisa terlepas dari kutukan pertumbuhan 5 persen. Jadi ekonomi lagi bergerak ke arah yang lebih cepat lagi,” tuturnya.

Meski demikian, pemerintah tetap mewaspadai sejumlah tantangan ke depan, terutama yang berasal dari kondisi global yang belum sepenuhnya pulih. Tekanan eksternal dinilai masih berpotensi mempengaruhi kinerja ekspor dan stabilitas ekonomi domestik.

“Tapi kita tau hambatan masih sangat besar di depan, mengingat global juga belum baik kondisinya. Jadi kita harus pastikan domestiknya terus tumbuh dengan bagus dan segala mesin yang ekspor oriented yang masih bisa ekspor kita dukung agar mereka bisa kompetitif di global market,” kata bendahara negara itu.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan, pemerintah akan memperkuat permintaan domestik sekaligus mendorong sektor berorientasi ekspor agar tetap kompetitif di pasar global. Sejumlah kebijakan jangka pendek juga tengah disiapkan oleh Kementerian Keuangan guna menopang pertumbuhan ekonomi ke depan.

“Yang jangka pendek ada beberapa inisiatif yang akan dikeluarkan kementerian keuangan dan beberapa kementerian,” kata dia.

Media files:
01kfzkydtp4xw67pw5nsqwfnyb.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar