Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-Un, mengawasi langsung uji coba peluncuran rudal balistik pada Minggu sebagai bagian dari evaluasi kinerja hulu ledak baru yang membawa bom tandan dan ranjau fragmentasi. Foto: KCNA via REUTERS
Uji coba ini menjadi peluncuran rudal balistik keempat sepanjang bulan ini dan ketujuh sejak awal tahun. Foto: KCNA via REUTERS
Langkah tersebut menegaskan upaya Pyongyang dalam memperkuat kemampuan rudal dan nuklirnya, sekaligus menjadi bentuk penentangan terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB. Foto: KCNA via REUTERS
Menurut KCNA, uji coba melibatkan lima rudal balistik taktis jarak pendek jenis Hwasong-11 Ra yang telah ditingkatkan. Foto: KCNA via REUTERS
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-Un, mengawasi langsung uji coba peluncuran rudal balistik pada Minggu sebagai bagian dari evaluasi kinerja hulu ledak baru yang membawa bom tandan dan ranjau fragmentasi.
Uji coba ini menjadi peluncuran rudal balistik keempat sepanjang bulan ini dan ketujuh sejak awal tahun. Langkah tersebut menegaskan upaya Pyongyang dalam memperkuat kemampuan rudal dan nuklirnya, sekaligus menjadi bentuk penentangan terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB.
Menurut KCNA, uji coba melibatkan lima rudal balistik taktis jarak pendek jenis Hwasong-11 Ra yang telah ditingkatkan. Peluncuran tersebut bertujuan menguji kekuatan dan efektivitas hulu ledak baru.
Rudal-rudal itu ditembakkan menuju zona target pulau sejauh sekitar 136 kilometer dan menghantam area seluas 12,5 hingga 13 hektare dengan kepadatan tinggi.
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un, didampingi putrinya Kim Ju Ae, mengawasi uji peluncuran rudal balistik jarak pendek taktis darat-ke-darat Hwasong-11LA yang telah ditingkatkan di lokasi yang dirahasiakan di Korea Utara, 19 April 2026. Foto: KCNA via REUTERS
Tidak ada komentar:
Posting Komentar