Search This Blog

Dari Ciliwung ke Daerah Lain, Ikan Sapu-sapu Kian Dominasi Perairan

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Dari Ciliwung ke Daerah Lain, Ikan Sapu-sapu Kian Dominasi Perairan
Mar 31st 2026, 18:59 by kumparanNEWS

Ilustrasi Ikan Sapu-sapu. Foto: IMAM KHUSNUL ARIFIN/Shutterstock
Ilustrasi Ikan Sapu-sapu. Foto: IMAM KHUSNUL ARIFIN/Shutterstock

Peneliti Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air (PRLSDA) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Triyanto, mengungkap sebaran ikan sapu-sapu di Indonesia kian meluas dan kini ditemukan di berbagai wilayah, termasuk di sejumlah perairan di Pulau Jawa.

Fenomena meningkatnya populasi ikan sapu-sapu di sungai-sungai Jakarta juga turut tercermin dalam temuan riset yang menunjukkan keberadaan spesies ini semakin sering dijumpai dalam berbagai penelitian perairan darat.

"Riset penelitian ikan sapu sapu di BRIN tidak ada secara khusus, riset yang dilakukan secara menyeluruh terhadap komunitas ikan yang ada di perairan di Indonesia termasuk di Sungai Ciliwung," ujar Triyanto saat dikonfirmasi, Selasa (31/3).

Meski tidak menjadi objek penelitian tunggal, keberadaan ikan sapu-sapu kerap muncul dalam hasil sampling yang dilakukan peneliti.

"Hanya saja dalam beberapa analisis terlihat adanya populasi dan seringnya mendapatkan sampel ikan sapu-sapu dalam riset yang dilakukan," jelasnya.

Penyebaran Meluas ke Daerah Lain di Indonesia

Warga menunjukkan ikan sapu-sapu (Hypostomus plecostomus) hasil tangkapannya di sepanjang Sungai Ciliwung kecil, kawasan Pasar Baru, Jakarta, Kamis (29/9/2022). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO
Warga menunjukkan ikan sapu-sapu (Hypostomus plecostomus) hasil tangkapannya di sepanjang Sungai Ciliwung kecil, kawasan Pasar Baru, Jakarta, Kamis (29/9/2022). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO

Triyanto menambahkan, berdasarkan penelitian terbaru, penyebaran ikan sapu-sapu tidak hanya terbatas di wilayah Jakarta, tetapi telah meluas ke berbagai daerah lain di Indonesia.

"Penelitian terbaru menyebutkan ikan sapu-sapu sudah menyebar hampir di Pulau Jawa dan Sulawesi Selatan seperti di Danau Tempe,"

Triyanto menjelaskan, dari penelitian tersebut disebutkan terdapat 39 lokasi persebaran ikan sapu-sapu di Indonesia.

"Ada 39 lokasi yang dilaporkan oleh Peneliti BRIN Ibu Rahmi Dina dalam publikasinya di Jurnal USM tahun 2022 (Distributional Mapping and Impacts of Invasive Alien Fish in Indonesia: An Alert to Inland Waters Sustainability)," tegasnya.

Adapun dalam penelitian tersebut, disebutkan bahwa studi memetakan penyebaran ikan asing invasif di Indonesia, dan menemukan bahwa spesies tersebut telah tersebar di 72 danau dan 57 sistem sungai di 28 wilayah.

Penelitian itu juga mencatat Pulau Jawa sebagai pusat sebaran terbesar, dengan 39 spesies ikan asing dan invasif, termasuk ikan sapu-sapu (Pterygoplichthys spp.) yang banyak ditemukan di ekosistem sungai.

Keberadaan ikan invasif dalam studi tersebut disebut berpotensi mengancam ikan asli melalui persaingan, perebutan ruang, dan pemangsaan langsung.

Ancaman Bagi Ekosistem Sungai

Sejumlah ikan sapu-sapu terlihat berada di sungai di samping Plaza Indonesia, Jakarta, Selasa (31/3/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Sejumlah ikan sapu-sapu terlihat berada di sungai di samping Plaza Indonesia, Jakarta, Selasa (31/3/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Populasi ikan sapu-sapu yang semakin menyebar di area perairan khususnya sungai-sungai di Jakarta menjadi ancaman serius bagi ekosistem lokal.

Triyanto mengungkapkan, sebagai spesies invasif, ikan ini dapat mendominasi ruang dan sumber makanan, bahkan dapat menyebabkan penurunan keanekaragaman hayati di sungai dan danau yang sudah rapuh.

"Sebagai ikan yang memiliki sifat invasive, ikan sapu-sapu dalam jumlah tidak terkendali dapat mengurangi keanekaragaman ikan asli dengan cara mendominasi ruang dan sumber makanan, serta bisa juga menjadi predator bagi ikan asli setempat. Karena dapat memakan anakan ikan dan telur ikan," jelasnya.

Triyanto menambahkan, keberadaan ikan sapu-sapu menjadi indikator dari kondisi ekologis khususnya area perairan seperti sungai. Tak hanya itu, kata Triyanto, hal ini juga menjadi ancaman bagi ragam spesies lokal.

"Ikan sapu-sapu kini menjadi indikator krisis ekologi sekaligus ancaman nyata bagi biodiversitas lokal," imbuhnya.

Selain dampak ekologis, ikan sapu-sapu juga memiliki implikasi bagi kesehatan manusia jika dikonsumsi dari perairan tercemar.

"Secara umum ikan ini memiliki protein seperti ikan air tawar lain, hanya saja mengkonsumsinya dari perairan tercemar tidak dianjurkan karena dapat menimbulkan gangguan kesehatan dalam batas jumlah tertentu," lanjut Triyanto.

Ia mengatakan, pengendalian penuh hampir tidak dapat dilakukan bahkan mustahil, sehingga diperlukan pengendalian yang juga berfokus pada pengendalian kualitas sungai hingga edukasi masyarakat.

"Populasinya yang melonjak drastis membuat pengendalian penuh hampir mustahil, sehingga fokus perlu diberikan pada pemulihan kualitas sungai dan edukasi masyarakat agar tidak sembarangan melepas ikan non-asli ke perairan," pungkasnya.

Media files:
01kh2tp0xcbv06c2ap6ntmrrqn.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar