Search This Blog

Tragedi Ambruknya Bangunan Ponpes di Sidoarjo, Pakar Ungkap Hal Ini

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Tragedi Ambruknya Bangunan Ponpes di Sidoarjo, Pakar Ungkap Hal Ini
Oct 3rd 2025, 07:32 by BASRA (Berita Anak Surabaya)

Evakuasi korban runtuhnya ponpes di Sidoarjo. Foto: Diskominfo Surabaya
Evakuasi korban runtuhnya ponpes di Sidoarjo. Foto: Diskominfo Surabaya

Tragedi ambruknya bangunan musala tiga lantai di Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, yang menelan korban jiwa, Senin (29/9) sore, menyisakan duka mendalam.

Pakar teknik sipil Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya), Yudha Lesmana, menyampaikan belasungkawa atas peristiwa tersebut.

"Kami turut berbelasungkawa, semoga keluarga dan korban bisa diberi kesabaran," ujar Yudha dalam keterangannya seperti dikutip Basra, Jumat (3/10).

Dari informasi yang ia dapat pembangunan yang runtuh diketahui masih dalam tahap pengecoran. Menurutnya, secara prinsip, proses pengecoran tidak akan menimbulkan masalah jika sesuai perencanaan. Namun ia menduga ada kemungkinan usia pengecoran yang belum matang.

"Kalau ini gedung baru yang dibangun bertahap, ada kekhawatiran umur pengecoran belum cukup. Ibaratnya, beton masih lemah karena belum matang sudah ditambah beban baru. Minimal 14 hari, idealnya 28 hari untuk mencapai kekuatan yang memadai," jelasnya.

Yudha menekankan pentingnya keterlibatan ahli teknik sipil dalam perencanaan dan pembangunan gedung, termasuk yang diperuntukkan bagi pesantren.

Banyak kasus di lapangan, bangunan dikerjakan tanpa hitungan teknis yang matang dan hanya mengandalkan pengalaman tukang atau kontraktor.

"Gedung ini perlu dilihat apakah direncanakan tenaga teknik sipil atau tidak. Bahannya sesuai mutu atau tidak. Dalam praktik, ada perhitungan teknik sipil untuk IMB, tapi pelaksanaannya sering tidak sesuai. Bisa saja material yang dibeli tidak sesuai spesifikasi. Ini fenomena jamak di masyarakat," paparnya.

Dosen yang sehari-hari mengajar struktur beton, baja, dan struktur tahan gempa itu mengingatkan, banyak bangunan rendah di Indonesia dibangun tanpa standar rekayasa struktur yang memadai.

Hal itu berbeda dengan bangunan tinggi yang perhitungannya lebih detail dan ketat.

"Kalau sesuai umur, perhitungan benar, dan bahan sesuai, sebenarnya tidak ada masalah gedung itu digunakan meskipun masih ada proses pengecoran. Problemnya, banyak pembangunan tidak sesuai engineering structure," tandasnya.

Media files:
01k6km4xynh3jkknkbpzysppsz.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar