Presiden AS Donald Trump berpidato di hadapan Knesset, di tengah kesepakatan pertukaran tawanan-sandera dan gencatan senjata yang ditengahi AS antara Israel dan Hamas, di Yerusalem, Senin (13/10/2025). Foto: Evelyn Hockstein/REUTERS
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memastikan gencatan senjata di Gaza tetap berjalan, Minggu (19/10). Komentar Trump disampaikan setelah Israel kembali meluncurkan serangan berdarah ke Gaza.
Israel menyebut serangan itu merupakan respons dugaan pelanggaran gencatan senjata oleh kelompok bersenjata di Gaza. Trump menyebut, Hamas tidak terlibat pelanggaran gencatan senjata.
Dia menduga pelanggaran dilakukan oleh kelompok bersenjata lain di Gaza. Trump tak mengungkap kelompok mana yang dijadikannya kambing hitam. Informasi yang berkembang, kelompok tersebut merupakan kelompok anti-Hamas yang didukung Israel.
Kendaraan Palang Merah mengangkut para sandera yang ditawan Hamas menuju lokasi pembebasan sandera di Khan Younis, Jalur Gaza, Senin (13/10/2025). Foto: Ebrahim Hajjaj/REUTERS
"Iya, benar," kata Trump perihal berlanjutnya gencatan senjata di Gaza usai serangan Israel, demikian dikutip dari AFP.
"Tapi bagaimanapun juga, ini akan ditangani dengan benar. Ini akan ditangani dengan tegas dan benar," sambung dia.
Trump mengaku sangat berharap gencatan senjata di Gaza dapat dijaga. Presiden AS itu adalah inisiator perjanjian damai sementara dua belah pihak yang disepakati beberapa pekan lalu.
"Kami ingin memastikan bahwa ini akan berjalan dengan damai bersama Hamas," ucap Trump.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri KTT Perdamaian Gaza di Sharm el-Sheikh, Mesir, Senin (13/10/2025). Foto: Suzanne Plunkett/Pool/Reuters
Israel turut memastikan keberlanjutan gencatan senjata di Gaza meski menuduh Hamas terlebih dulu menyerang mereka. Bahkan Israel menuding Hamas melakukan pelanggaran paling serius selama gencatan senjata sembilan hari.
Adapun laporan badan pertahanan sipil di Gaza menyebut, serangan di Israel menewaskan 45 warganya. Sedangkan Israel masih akan memeriksa laporan terkait korban jiwa serangannya di Gaza.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar