Dari kiri: Anggota DPR RI, Verrel Bramasta; Menko Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, Gubernur DIY, Sultan HB X, saat meninjau Koperasi Desa Merah Putih di Sinduadi, Sleman, Sabtu (19/7). Foto: Pandangan Jogja/Resti Damayanti
Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan (Zulhas), meninjau langsung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kalurahan Sinduadi, Sleman, pada Sabtu (19/7). Dalam kunjungan tersebut, ia menyebut KDMP Sinduadi sebagai salah satu model koperasi desa terbaik yang tengah digagas pemerintah pusat.
"Ini sangat lengkap, ideal. Ini ya yang kita sebut ekonomi kerakyatan, dan di sini luar biasa saya kira terbaik, lengkap," kata Zulkifli Hasan kepada awak media.
Pangkalan gas elpiji di Koperasi Desa Merah Putih Sinduadi, Sleman. Foto: Pandangan Jogja/Resti Damayanti
Ia berharap KDMP Sinduadi dapat menjadi percontohan nasional dan akan dikenalkan kepada Presiden Prabowo dalam peluncuran serentak lebih dari 80 ribu Koperasi Merah Putih di tingkat desa dan kelurahan pada Senin (21/7) mendatang.
"Saya minta kiranya bagus sekali nanti Ngarsa Dalem (Gubernur DIY) mohon berkenan bisa dari sini minta nanti dialog tentang Presiden Republik Indonesia di sini, kok koperasinya bagus, bisa diceritakan kepada daerah-daerah lain. Sehingga daerah lain bisa meniru," ujarnya.
Kondisi Koperasi Desa Merah Putih di Sinduadi, Sleman. Foto: Pandangan Jogja/Resti Damayanti
Zulhas juga menegaskan bahwa koperasi tidak hanya berkaitan dengan uang atau keuntungan semata, tetapi juga mengandung nilai sosial, gotong royong, dan kerja sama antaranggota. Ia menilai koperasi dapat berperan sebagai penyalur bantuan pemerintah dan saluran distribusi hasil produksi UMKM.
"Koperasi itu tidak hanya soal uang, bukan hanya soal untung. Tapi koperasi itu punya value, ada gotong royong, ada kerjasama, ada interaksi sosial satu dengan yang lain," tambahnya.
Kondisi apotek di Koperasi Desa Merah Putih Sinduadi, Sleman. Foto: Pandangan Jogja/Resti Damayanti
KDMP Sinduadi saat ini mengelola tujuh unit usaha, yaitu unit pengiriman, cold storage, sembako, simpan pinjam, apotek, klinik, dan jasa.
Ketua KDMP Sinduadi, Kliwon Suherman, menyampaikan bahwa sejak mulai beroperasi selama 18 hari, koperasi telah mencatat omzet sebesar Rp57,2 juta.
"Omzetnya Rp57,2 juta sampai dengan 18 hari beroperasi," ujar Kliwon.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar