Patriark Latin Yerusalem Uskup Agung Pierbattista Pizzaballa dan Patriark Ortodoks Yunani Yerusalem Theophilos III mengunjungi Rumah Sakit Arab Al-Ahli di Gaza, Jumat (18/7/2025). Foto: Dawoud Abu Alkas/REUTERS
Kardinal Yerusalem Pierbattista Pizzaballa memasuki Jalur Gaza pada Jumat (18/7) untuk membawa bantuan bagi korban serangan Israel di satu-satunya gereja Katolik di wilayah itu.
Gereja Keluarga Kudus menjadi sasaran serangan udara Israel. 3 orang tewas dan sejumlah orang terluka dalam serangan itu.
Gereja Keluarga Kudus merupakan tempat mengungsi ratusan warga Palestina sejak Israel meluncurkan operasi militer terhadap Hamas di Gaza pada Oktober 2023.
Pejabat asing sangat jarang diizinkan masuk ke Gaza karena Israel pada dasarnya telah menutup perbatasan. Kedatangan Pizzaballa didampingi Uskup Agung Gereja Ortodoks Yunani Yeruslaem, Teofilos III.
"Kedua pemimpin agama membawa ratusan ton pasokan makanan serta kotak P3K dan peralatan medis yang sangat dibutuhkan," kata Patriarkat Latin Yerusalem dalam pernyataannya.
Seorang anggota ulama memegang tangan seorang warga Palestina yang terluka saat mengunjungi Rumah Sakit Arab Al-Ahli di Gaza, Jumat (18/7/2025). Foto: Dawoud Abu Alkas/REUTERS
Bantuan itu tidak hanya untuk komunitas Kristen di Gaza, tapi juga untuk sebanyak mungkin keluarga di sana. Keduanya juga memastikan evakuasi bagi mereka yang terluka dalam serangan tersebut.
Dalam wawancara dengan media Italia, Corriere della Sera, Pizzaballa mengatakan kehadiran umat Katolik akan tetap ada di Gaza apa pun yang terjadi. Dia juga meragukan penjelasan Israel yang menyebut serangan itu merupakan kesalahan.
"Kami bukan target. Mereka bilang serangan itu kesalahan. Bahkan semua orang di sini tidak percaya kalau itu kesalahan," katanya, dikutip dari Reuters, Sabtu (19/7).
Direktur editorial Vatikan, Andrea Tornielli, mengatakan bahwa penjelasan dan janji Israel menyelidiki serangan di gereja sangat tidak meyakinkan.
"Bukan hanya karena pernyataan itu bertentangan dengan gambar-gambar masjid yang hancur jadi puing dan gereja yang diserang, tapi juga karena setelah 1,5 tahun, tidak ada hasil dari investigasi atas pembunuhan dua perempuan Kristen yang ditembak oleh penembak jitu di paroki Gaza," kata Tornielli.
Netanyahu Hubungi Paus Leo XIV
Patriark Latin Yerusalem Uskup Agung Pierbattista Pizzaballa melihat kondisi seorang warga Palestina yang terluka di Rumah Sakit Arab Al-Ahli, Gaza, Jumat (18/7/2025). Foto: Dawoud Abu Alkas/REUTERS
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut serangan ke gereja karena amunisi nyasar dan berjanji akan menyelidiki peristiwa itu, serta menyatakan komitmennya melindungi warga sipil dan tempat-tempat suci.
Netanyahu juga dilaporkan telah menghubungi Paus Leo XIV pada Jumat lalu. Dalam percakapan itu, Paus Leo XIV kembali meminta agar perang dapat segera diakhiri dan menyerukan perlindungan terhadap warga sipil dan tempat-tempat ibadah.
"Dan sekali lagi menyerukan kekhawatirannya atas situasi kemanusiaan di Gaza yang dramatis," kata Takhta Suci Vatikan dalam keterangannya.
Kantor Netanyahu membuat pernyataan menanggapinya.
"Israel menyayangkan insiden yang tragis itu dan menyampaikan duka cita yang tulus kepada keluarga korban," kata kantor Netanyahu.
Netanyahu bahkan dikabarkan ditegur oleh Presiden AS Donald Trump terkait serangan ke gereja.
Pizzaballa mengatakan, kedatangannya ke Gaza bersama Teofilos III merupakan bagian dari misi kemanusiaan Paus Leo XIV.
Vatikan mengatakan, Paus Leo XIV mengungkapkan rasa cinta dan kasih sayangnya kepada umat Katolik di Gaza dan menegaskan kembali niatnya untuk melakukan segala cara untuk menghentikan pembantaian yang tidak perlu terhadap orang-orang yang tidak bersalah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar