Search This Blog

PHK di RI Tinggi, Pengusaha Sebut China & Singapura Juga Pangkas Jumlah Pekerja

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
PHK di RI Tinggi, Pengusaha Sebut China & Singapura Juga Pangkas Jumlah Pekerja
Jul 31st 2025, 10:24 by kumparanBISNIS

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bidang Ketenagakerjaan sekaligus Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam menghadiri kumparan New Energy Vehicle Summit 2025 di MGP Space, SCBD Park, Jakarta, Selasa (6/5/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bidang Ketenagakerjaan sekaligus Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam menghadiri kumparan New Energy Vehicle Summit 2025 di MGP Space, SCBD Park, Jakarta, Selasa (6/5/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Pengusaha menanggapi fenomena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) saat ini di Indonesia yang meningkat dibandingkan tahun lalu. Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bidang Ketenagakerjaan, Bob Azam, mengatakan fenomena PHK atau unemployment tidak hanya merebak di Indonesia, tetapi juga di negara lain.

Bob melihat pelemahan ekonomi global menjadi biang kerok melemahnya dunia usaha, hingga pada akhirnya jumlah pekerja dipangkas.

"PHK akan jadi mana-mana, di semua negara juga malah bahkan sekarang surprise ya kalau kita dengar unemployment di China itu sudah 20-30 persen, jangan salah. Bahkan Singapura pun dia akan mengurangi tenaga kerja di sektor perbankan karena ada digital transformasi," tutur Bob di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Rabu (30/7).

Berdasarkan Satu Data Kemnaker, sepanjang Januari-Juni 2025 terdapat sebanyak 42.385 tenaga kerja terdampak PHK. Angka ini naik 32,19 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Menurut Bob baik pengusaha, pemerintah maupun masyarakat tidak perlu terfokus dengan besarnya angka PHK. Dia melihat ada hal lain yang lebih krusial dan harus diperhatikan, yaitu penciptaan lapangan kerja.

Bob memandang penciptaan lapangan kerja harus lebih besar daripada angka PHK yang terjadi saat ini. Dengan demikian tenaga kerja yang kehilangan pekerjaannya bisa kembali bekerja.

"Kadang-kadang kita ribut PHK-nya tapi kita lupa bagaimana create employment. Jadi intinya kalau PHK 10, kita harus bikin employment 15," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama Bob juga menanggapi soal dampak penerapan tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap kondisi Ketenagakerjaan di Indonesia.

Menurut Bob, penerapan tarif Trump sebesar 30 persen untuk ekspor Indonesia ke AS dan tarif 0 persen untuk ekspor AS ke Indonesia tidak akan langsung berdampak membuat perusahaan mengurangi tenaga kerja.

Menurut dia jika penerapan tarif Trump bisa menjaga stabilitas nilai rupiah, maka PHK bisa terhindar. Akan tetapi jika nilai tukar Rupiah tidak bisa dijaga, maka PHK juga tidak akan terbendung.

"Yang kita harus waspadai currency. Sepanjang nanti dampak implementasi Trump ini terapkan rupiah kita masih bisa terjaga, mungkin kita akan terhindar dari PHK. Tapi kalau misalnya gara-gara Trump nanti rupiahnya bisa Rp 17.000 (per dolar AS). Nah itu yang kita harus waspadai," jelasnya.

Media files:
01jtqvvnkkx95wm4gjzh83ytey.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar