Jul 29th 2025, 12:43 by BASRA (Berita Anak Surabaya)
Tim PPK Surabaya saat mendampingi anak bermain. Foto: Diskominfo Surabaya
Tidak semua orang tua dalam posisi yang ideal untuk mendidik anak. Ada yang mengalami keterbatasan ekonomi, keterbatasan waktu karena pekerjaan, keterbatasan pengetahuan tentang pola asuh, bahkan keterbatasan sosial akibat tekanan hidup. Sehingga pemerintah perlu hadir untuk mendampingi orang tua dalam mendidik anak.
"Menyalahkan orang tua atas kesalahan atau kenakalan anak bukanlah pilihan bijak. Mereka (orang tua) tidak butuh dihakimi, tapi didampingi," tegas Pengurus Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jatim Isa Anshori, Selasa (29/7).
Isa melanjutkan, jika seorang anak menjadi nakal atau berperilaku menyimpang, maka lingkungan sekitarnya lah termasuk orang tua dan sistem sosial anak tersebut yang patut dilakukan introspeksi.
Isa menerangkan, dalam hal ini tidak ada orang tua yang ingin anaknya gagal, atau bahkan ada orang tua yang mengharapkan anaknya durhaka.
"Karena semua orang tua pasti ingin yang terbaik untuk anak-anaknya," imbuhnya.
Isa pun mendorong pemerintah dalam ini Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk hadir memberikan pendampingan kepada orang tua yang kesulitan dalam mendidik anak. Menurut Isa sudah saatnya pemkot hadir bukan hanya sebagai pemangku kebijakan, akan tetapi juga sebagai pendamping aktif bagi para orang tua.
Isa lantas mengapresiasi adanya berbagai inovasi program pendidikan di Surabaya, salah satunya adalah Rumah Ilmu Arek Suroboyo. Menurut Isa, program pendidikan dengan konsep asrama, kedisiplinan, dan pendidikan berbasis karakter adalah langkah tepat yang dijalankan oleh pemkot.
Isa berharap, program ini harus diperluas dan dikuatkan, terutama untuk menjangkau anak-anak usia remaja yang putus sekolah, khususnya pada jenjang SMA dan SMK.
"Mereka (remaja) yang selama ini berkeliaran, tidak mau sekolah, bahkan berani melawan orang tua, itu perlu dilakukan pendekatan yang lebih tegas namun tetap berpihak pada hak-hak anak," harapnya.
Selain itu, Isa menyebutkan, Pemkot Surabaya juga harus berani mengambil sikap tegas mengatasi anak putus sekolah. Bukan untuk menghukum, akan tetapi untuk mengembalikan anak-anak itu ke jalan yang bermanfaat. Karena menurutnya, pendidikan adalah salah satu jalan menuju perubahan untuk anak-anak di Kota Surabaya.
"Jika kita biarkan, mereka terjatuh tanpa pertolongan, maka kita lah yang gagal menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab. Surabaya telah memulai langkah sebagai kota layak anak, maka dari itu komitmen ini hanya akan berarti jika diwujudkan dalam tindakan nyata, mendampingi orang tua yang kesulitan, mendidik anak-anak yang tersesat, dan menghadirkan sekolah yang ramah, guru yang seperti orang tua, serta masyarakat yang peduli dan bergotong-royong dalam menjaga generasi penerusnya," tandasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar