Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro di Hotel Ayana, Labuan Bajo, Sabtu (9/9). Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk memproyeksikan penurunan suku bunga Bank Indonesia (BI) atau BI Rate akan lebih cepat dari perkiraan. Begitu juga dengan penurunan suku bunga acuan Federal Reserve (The Fed).
Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro menuturkan, BI bisa menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin dari 5,75 persen menjadi 5,5 persen di bulan ini. Apalagi, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS saat ini terpantau stabil.
"Kita melihat mungkin paling cepat kalau memang rupiahnya relatif stabil, ada ruang kemudian pemangkasan suku bunga acuan 25 basis di RDG (Rapat Dewan Gubernur BI) di bulan ini, jadi 25 basis dari 5,75 persen ke 5,5 persen," kata Andry dalam Mandiri Economic Outlook Q2 2025 bertajuk Building Resillience in the Midst of Global Turbulence di Jakarta, Senin (19/5).
Selain BI, dia juga melihat The Fed akan menurunkan suku bunga lebih besar dari BI, yaitu 50 basis poin. "Kami melihat memang adanya kemungkinan 50 basis untuk Fed Fund Rate dicut di tahun ini dari 5,75 persen dari 4,5 persen terus kemudian ke 4 persen," imbuhnya.
Andry mengatakan, kemungkinan The Fed akan menurunkan suku bunga pada semester II 2025. Sebab pemimpin The Fed, Jerome Powell, saat ini masih melihat ekspektasi inflasi AS ke depan.
Inflasi AS diproyeksi terus meningkat. Penyebabnya adalah banyaknya repricing yang terjadi di industri manufaktur AS, termasuk kenaikan biaya imbas tarif Trump. Sehingga, ketika permasalahan industri ini sudah bisa diatasi dan inflasi juga tidak lagi menjadi kekhawatiran, The Fed akan memangkas suku bunga.
"Bayangan kami memang ada ruang untuk pemangkasan (Fed Fund Rate) sekitar 50 basis dan kalau kita lihat sekarang, implikasi kepada BI rate, kita memang melihat akan adanya ruang kemudian BI rate dipangkas sekali lagi, dari angka 5,75 persen ke angka 5,5 persen," tuturnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar