Mar 12th 2025, 12:20, by Andreas Gerry Tuwo, kumparanNEWS
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio. Foto: Andrew Caballero-Reynolds/AFP
Amerika Serikat (AS) sepakat kembali memberikan bantuan militer dan membagi informasi intelijen ke Ukraina, Selasa (11/3). Keputusan itu diambil usai Ukraina mendukung proposal gencatan senjata 30 hari dengan Rusia yang diusulkan AS.
AS menangguhkan bantuan ke Ukraina setelah pertemuan Presiden Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Gedung Putih beberapa waktu lalu. Pertemuan itu berlangsung dengan debat panas berujung diusirnya Zelensky.
Sementara itu, kesepakatan terbaru ini dicapai setelah perundingan 8 jam antara pejabat AS dan Ukraina yang digelar di Jeddah pada awal pekan ini. Setelah mencapai kesepakatan Menlu AS Macro Rubio mengatakan, bola untuk menghentikan perang kini ada di Rusia.
"Harapan kami adalah Rusia akan menjawab ya secepat mungkin, sehingga kami bisa masuk ke fase kedua, yaitu negosiasi yang sesungguhnya," kata Rubio usai pertemuan dengan delegasi Ukraina seperti dikutip dari Reuters.
"Setiap hari yang berlalu, perang ini terus berlanjut, orang-orang tewas, orang-orang dibom, orang-orang terluka di kedua sisi konflik ini," sambung Rubio.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berbincang dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat melakukan pertemuan kenegaraan di Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat, Jumat (28/2/2025). Foto: Saul Loeb/AFP
Rusia sampai saat ini belum menanggapi proposal gencatan senjata yang disampaikan oleh AS. Akan tetapi Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, ia terbuka untuk membahas kesepakatan damai.
Kendati demikian, sejumlah diplomat Rusia berulang kali menolak pembahasan gencatan senjata. Mereka kini mengupayakan adanya kesepakatan yang dapat melindungi kepentingan keamanan Rusia dalam jangka panjang.
Adapun Presiden Volodymyr Zelensky memuji proposal gencatan senjata sebagai sesuatu yang positif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar