Kepala BNPT Komjen Pol Rycko Amelza Dahniel pada acara puncak HUT ke-13 Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) di Djakarta Theater, Jakarta, Jumat (28/7/2023). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) berencana akan melakukan asesmen bagi para pegawai BUMN. Hal ini buntut dari ditangkapnya pegawai BUMN yang terafiliasi dengan jaringan terorisme.
Kepala BNPT, Komjen Pol Rycko Amelza Dahniel, mengatakan saat ini pihaknya juga sudah melakukan asesmen radikalisasi. Namun hanya kepada jabatan-jabatan tertentu saja.
"Jumlah petugas assessment di BNPT jumlahnya terbatas, hanya 15 orang untuk melakukan assessment terhadap 961 objek vital dengan sekian ribu petugas petugas yang memiliki risiko tinggi," kata Rycko kepada wartawan di Hotel Royal Kuningan, Jakarta, Jumat (8/9).
Lebih lanjut, Rycko menjelaskan terkait asesmen yang dilakukan oleh BNPT itu meliputi beberapa kategori.
"Pertama kategorinya yang toleran, kemudian yang kedua adalah intoleran yang pasif, intoleran aktif, nah kemudian terpapar," ujarnya.
"Kita akan buat kategori seperti itu, nah ini setelah itu kami melihat apakah mereka terafiliasi dalam satu jaringan terorisme," jelasnya.
Rycko juga mengatakan bahwa BNPT memiliki program untuk merehabilitasi bagi orang yang terpapar radikalisme.
"Penanganannya di bawah BNPT kan untuk orang-orang yang terpapar, nah itu kan orang yang sudah terprogram yang disebut program rehabilitasi yang nama mata tugasnya deradikalisasi," tutup dia.
Sebelumnya, Densus 88 Antiteror Polri mengamankan pegawai KAI bernama Danan di kawasan Harapan Jaya, Bekasi, Jawa Barat pada Senin (14/8). Darinya turut disita belasan senjata api berbagai jenis dan puluhan butir peluru tajam.
Danan disebut sudah mengikuti organisasi radikal Mujahidin Indonesia Barat sejak 2010 silam. Sejak itu, dia mulai kerap mengunggah ajakan gerakan radikalisme.
Pada 2014, Danan kemudian berbaiat ke ISIS. Propaganda terorisme makin gencar dilakukannya melalui media sosial. Pada 2016, ia kemudian tercatat menjadi pegawai KAI. Artinya, ia lebih dulu berbaiat ke ISIS sebelum menjadi karyawan KAI.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar