Seorang pramugari berada di kursi penumpang pesawat Garuda Indonesia Airbus A330-900 Neo. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Awak kabin alias pramugari dan pramugara maskapai Garuda Indonesia berhasil menjadi yang terbaik di dunia. Kabar tersebut menjadi salah satu berita paling banyak dibaca sepanjang Sabtu (8/7).
Tak hanya itu, ada pula kabar tentang raibnya uang nasabah Jenius senilai Rp 7,5 juta. Berikut rangkuman berita populer di kumparanBisnis:
Awak Kabin Garuda Terbaik di Dunia
Garuda Indonesia menjadi maskapai penerbangan dengan awak kabin terbaik di dunia dalam World Airline Awards 2023 yang diselenggarakan oleh Skytrax. Dalam penghargaan The Worlds Best Cabin Crew, maskapai pelat merah ini meraih peringkat pertama mengalahkan Singapore Airlines dan Emirates.
Dalam penilaiannya, Skytrax mengatakan penghargaan awak kabin maskapai terbaik ini mengakui kinerja staf kabin yang serba bisa untuk hard services (teknik, efisiensi, perhatian, dll), serta karakteristik layanan staf seperti antusiasme, sikap, dan keramah tamahan.
Pesawat Airbus A330 Garuda Indonesia. Foto: Chaideer Mahyuddin/AFP
Dalam ajang World Airline Award tahun ini, Garuda Indonesia menjadi peringkat pertama disusul Singapore Airlines di posisi kedua. Sementara peringkat ketiga ada ANA ALL Nippon Airways yang tetap setia di posisinya. Kemudian disusul dengan maskapai Eva Air yang punya pesawat bermotif Hello Kitty.
Nasabah Jenius Hilang Uang Rp 7,5 Juta
Kasus korban nasabah bernama Firdaus Ariefatosa kehilangan uang di akun Jenius senilai Rp 7,5 juta, ramai diperbincangkan di media sosial. Kasus ini bermula dari notifikasi transaksi senilai Rp 2,4 juta dan Rp 5,1 juta dua menit setelahnya, pada HP miliknya pada hari Rabu (5/7).
kumparan telah meminta izin kepada Firdaus untuk mengutip cuitannya. Dari cerita Firdaus, ia mengaku tidak pernah melakukan transaksi tersebut.
Jenius x-Card edisi spesial. Foto: Dok. Jenius
"Saya periksa di history transaksi ada 2 transaksi berturut² menggunakan kartu m-Card saya di http://WALMART.COM BENTONVILLE, masing² sebesar 156,01 USD dan 333,87 USD yang kemudian dikonversikan ke IDR sejumlah yang saya sebut sebelumnya," tulis Firdaus dalam tweet, dikutip Jumat (7/7).
Alhasil, Firdaus menelepon Customer Service Jenius di 1500365 dan meminta untuk blokir permanen kartu miliknya supaya dapat dilakukan investigasi. Namun dia tidak mendapat catatan pembatalan transaksi pada hari Rabu.
"Tapi rasanya sudah tidak aman saja naro dana di Jenius dan kemudian bisa tiba2 terpotong," katanya.
Memang, zaman SMA dulu sudah dengar istilah Carding. Jadi pikiran saya, ya ini saya korbannya," ujar Firdaus.
Menanggapi kasus tersebut, melalui akun twitter @JeniusConnect, Jenius sedang menginvestigasi laporan bersama Visa. Jenius mengimbau untuk bertransaksi pada merchant yang mendukung pembayaran sistem 3D Secure dari Visa sebab dilengkapi dengan OTP.
"Jenius akan mengembalikan danamu dalam beberapa waktu ke depan karena terbukti tidak melakukan transaksi tersebut," ungkap Jenius.
Pada hari Kamis (6/7), Jenius telah mengembalikan dana senilai Rp 7,5 juta ke Firdaus. "Dan sepulang kantor tadi, saya cek lagi dan Alhamdulillah dana saya kembali semuanya. Teman² bisa lihat bahwa riwayatnya pun secara ajaib berubah. Transaksi yang ~5,1Jt sudah tidak tercatat lagi. Ya ini yang mungkin disebut "Reversal" tadi oleh CS. Jadi dibatalkan," jelasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar