Petugas menunjukan uang pecahan Rupiah dan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing VIP (Valuta Inti Prima) Money Changer, Jakarta, Selasa (4/10/2022). Foto: Muhammad Adimaja/Antara Foto
Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing keluar dari pasar keuangan domestik mencapai Rp 1,85 triliun pada minggu pertama Juli 2023. Modal asing yang keluar di pasar Surat Berharga Negara (SBN) mencapai Rp 2,44 triliun dan di pasar saham mencatat aliran masuk sebesar Rp 0,59 triliun.
Jika diakumulasikan sejak awal tahun ini hingga 6 Juli 2023, modal asing masih mencatatkan aliran masuk Rp 80,56 triliun. Sementara di pasar saham mencatatkan aliran masuk senilai Rp 13,88 triliun.
Sementara itu, persepsi risiko terlihat dari premi/fee yang harus dibayar pembeli kepada penjual atau credit default swap (CDS) tercatat naik.
"Premi CDS Indonesia 5 tahun naik ke 87,09 bps per 7 Juli 2023 dari 83,13 bps per 30 Juni 2023," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Erwin Haryono, melalui keterangan tertulis, dikutip pada Sabtu (8/7).
Rupiah ditutup di level (bid) Rp 15.040 per dolar AS pada Kamis (6/7). Kemudian dibuka pada level (bid) Rp 15.100 per dolar AS pada Jumat (7/7).
Imbal hasil atau yield SBN tenor 10 tahun berada di level 6,18 persen pada Kamis (6/7) dan naik di level 6,22 persen pada Jumat (7/7). DXY menguat ke level 103,17. Yield UST (US Treasury) 10 tahun naik ke level 4,029 persen.
"Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan guna mendukung pemulihan ekonomi lebih lanjut," tutur Erwin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar