Di tengah kondisi tubuh yang lemah karena sakit, seorang ibu tetap berjuang bekerja demi masa depan anaknya
Ibu sakit tetap bekerja demi membiayai kuliah saya. Setiap hari ia pergi ke pasar meski tubuhnya lemah. Ibu sakit tetap bekerja demi membiayai kuliah saya. Kalimat itu bukan sekadar cerita, tetapi kenyataan yang saya lihat setiap hari di depan mata. Di saat orang lain mungkin memilih beristirahat ketika tubuh tidak sehat, ibu justru tetap bangun lebih awal dan mempersiapkan diri untuk pergi ke pasar.
Pagi itu, saya melihat ibu duduk sejenak di kursi, memegangi kepalanya yang terasa pusing. Wajahnya pucat, dan gerakannya tidak secepat biasanya. Saya tahu ibu sedang tidak baik-baik saja. Dengan rasa khawatir, saya mencoba melarangnya pergi bekerja.
"Bu, tidak usah ke pasar hari ini. Istirahat saja,"kata saya.
Namun ibu hanya tersenyum dan berkata pelan, Ibu sakit tetap bekerja, Nak. Kalau ibu berhenti, bagaimana dengan biaya kuliahmu
Jawaban itu membuat saya terdiam. Di dalam hati, saya merasa sedih sekaligus bersalah. Saya belum bisa memberikan apa-apa, justru ibu yang terus berjuang tanpa henti untuk masa depan saya. Saya tidak tega melihat ibu sakit tetap bekerja seperti ini
Setiap hari, ibu berangkat ke pasar sejak subuh. Dengan langkah yang terkadang terlihat lelah, ia tetap membawa dagangannya dan melayani pembeli dengan sabar. Meskipun sedang sakit, ibu tidak pernah mengeluh. Baginya, kebahagiaan anak adalah hal yang paling utama.
Melihat ibu sakit tetap bekerja seperti ini membuat hati saya terasa sesak. Saya hanya bisa menahan air mata dan berjanji dalam hati bahwa semua pengorbanan ini tidak akan sia-sia. Saya harus lulus kuliah, saya harus berhasil.
Bagi saya, kuliah bukan hanya tentang mendapatkan gelar. Lebih dari itu, ini adalah jalan untuk membalas semua perjuangan ibu. Setiap tugas yang saya kerjakan, setiap pelajaran yang saya pelajari, selalu saya ingat bahwa ada sosok ibu yang berjuang di luar sana.
Saya ingin suatu hari nanti mengatakan, Bu, sekarang ibu tidak perlu bekerja lagi. Biar saya yang menggantikan semua perjuangan ibu."
Perjuangan ibu sakit tetap bekerja adalah bukti cinta yang tidak pernah meminta balasan. Namun sebagai anak, saya memiliki tanggung jawab untuk membalasnya dengan kesuksesan dan kebahagiaan.
Semoga suatu hari nanti, semua lelah ibu berubah menjadi senyum yang tulus. Dan saya bisa men
Tidak ada komentar:
Posting Komentar