Utusan Israel untuk PBB, Danny Danon, dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB di New York pada Selasa (12/11/2024). Foto: YouTube/ United Nations
Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon, mengatakan aktivis yang berlayar di kapal Global Sumud Flotilla dan ditangkap militernya, termasuk aktivis asal Swedia Gretha Thunberg, akan dideportasi setelah hari raya Yahudi, Yom Kippur, berakhir pada Kamis (2/10) waktu setempat.
Yom Kippur merupakan salah satu hari raya suci bagi orang Yahudi. Yom Kippur di tahun ini jatuh pada 1-2 Oktober.
"Kami tidak akan mengizinkan aksi PR apa pun mendekati zona perang aktif melanggar kedaulatan negara kami. Mereka yang mencoba memasuki wilayah Israel secara ilegal akan dideportasi segera setelah Yom Kippur di Israel," kata Danon dalam pernyataannya, dikutip dari Al Jazeera.
Dia juga mengatakan bahwa Israel telah berulang kali menawarkan cara untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan secara damai ke Gaza.
Rekaman pasukan angkatan laut Israel mencegat kapal Global Sumud Flotilla yang menuju Gaza di perairan internasional pada Kamis (2/10/2025). Foto: Global Sumud Flotilla/HO via REUTERS
"Tapi mereka tidak tertarik pada (penyaluran) bantuan -- hanya provokasi," katanya.
Saat ini, satu kapal yang termasuk dalam rombongan Global Sumud Flotilla dilaporkan telah memasuki perairan Gaza. Kapal yang masuk perairan Gaza adalah Mikeno.
Masih belum jelas apakah kapal ini sudah diintervensi dan diamankan oleh pasukan Israel atau tidak. Sementara 23 kapal lainnya masih dalam pelayaran menuju perairan Gaza.
Sementara itu, juru bicara Global Sumud Flotilla Saif Abukeshek mengkonfirmasi pasukan Israel menangkap 13 kapal di perairan internasional.
Rekaman pasukan angkatan laut Israel mencegat kapal Global Sumud Flotilla yang menuju Gaza di perairan internasional pada Kamis (2/10/2025). Foto: Global Sumud Flotilla/HO via REUTERS
Abukeshek mengatakan ada lebih dari 201 orang dari 37 negara yang berada di kapal-kapal tersebut, termasuk 30 orang dari Spanyol, 22 orang dari Italia, 21 orang dari Turki, dan 12 orang dari Malaysia.
Dia memastikan misi pelayaran akan terus berlangsung meski ada aktivis yang ditangkap.
"Kami memiliki sekitar 30 kapal yang masih berjuang menjauh dari kapal-kapal militer pasukan pendudukan yang berusaha mencapai pantai Gaza. Mereka bertekad, mereka termotivasi, dan mereka akan melakukan apa pun yang dapat dilakukan untuk mematahkan blokade pada pagi hari dan tiba bersama-sama," ujarnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar