Search This Blog

Polisi: Kecil Kemungkinan Timothy 'Unud' Di-bully Semasa Hidup

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Polisi: Kecil Kemungkinan Timothy 'Unud' Di-bully Semasa Hidup
Oct 20th 2025, 10:22 by kumparanNEWS

Timothy Anugerah Saputra, Mahasiswa Universitas Udayana, Bali. Foto: Instagram/ @ditjen_dikti
Timothy Anugerah Saputra, Mahasiswa Universitas Udayana, Bali. Foto: Instagram/ @ditjen_dikti

Kapolsek Denpasar Barat Kompol Laksmi Trisnadewi Wieryawan menyatakan pihaknya telah memeriksa 19 orang saksi untuk mengusut kasus bullying terhadap mahasiswa Universitas Udayana, Timothy Anugerah Saputra (22 tahun).

Apa hasil pemeriksaan tersebut? Hasilnya, menunjukkan kecil kemungkinan mahasiswa jurusan Sosiologi itu mendapatkan perundungan.

"Dari 19 saksi yang kami mintai keterangan, bahkan sampai tadi malam terakhir bertemu dengan sahabat korban, mereka rata-rata menyampaikan bahwa korban ini orangnya pintar. Kemudian, berbicara itu sangat berbobot. Jadi, rekan-rekannya itu segan, malahan," kata ujar Laksmi saat ditemui di Polsek Denpasar Barat, Senin (20/10).

"Kemudian kalau untuk menjadi korban pem-bully-an, dari teman-temannya pun merasa itu sangat kecil sekali kemungkinannya terjadi. Karena korban ini orang yang berprinsip sekali. Jadi bukan tipe-tipe yang akan mudah di-bully seperti itu. Itu pengakuan dari beberapa saksi yang kami mintai keterangan," lanjutnya.

Adapun 19 saksi ini berasal dari pihak dosen, teman-teman satu kelas dan satu angkatan, sahabat korban, ayah, serta perwakilan dari ibu korban.

Ibu Timothy Ikhlas

Kapolsek Denpasar Barat Kompol Laksmi Trisnadewi Wieryawan saat ditemui di Polsek Denpasar Barat, Senin (20/10/2025). Foto: Denita BR Matondang/kumparan
Kapolsek Denpasar Barat Kompol Laksmi Trisnadewi Wieryawan saat ditemui di Polsek Denpasar Barat, Senin (20/10/2025). Foto: Denita BR Matondang/kumparan

Polisi tak bisa mengusut lebih jauh kasus bullying semasa hidup korban karena ibu korban menyatakan sudah ikhlas menerima peristiwa yang menimpa anaknya. Ibunya tak ingin kasus kematian korban diselidiki lebih jauh.

"Karena selain sahabat, tentu ibu yang kurang lebih lima bulan ini tinggal bersama dengan korban sudah menyatakan menerima dengan ikhlas kematian korban, tidak mau lagi mengangkat ini ke proses hukum," ujarnya.

"Jadi, ibunya sudah ikhlas dan harapan dari pihak ibu pun, kalau bisa, sudah lah ini tidak usah dibesar-besarkan lagi. Kasihan korban sudah meninggal, biarkan korban tenang, keluarga juga berduka. Kalau terus diungkit-ungkit seperti ini, kan bagaimana perasaan seorang ibu," sambungnya.

Korban diduga mendapatkan komentar tak pantas usai tewas setelah melompat dari lantai IV Gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Jalan Sudirman, Kota Denpasar, Bali, Rabu (15/10) lalu. Kasus bullying di media sosial ini masih dalam tahap penyelidikan Polresta Denpasar.

"Nanti itu masih proses pendalaman di Polres ya karena dilaporkan ke Polres," katanya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun kumparan, ada sekitar 6-8 mahasiswa Universitas Udayana dari Fakultas Fisip, Kedokteran, dan Perikanan Kelautan yang memberikan komentar tak pantas usai korban tewas di media sosial.

Sebagian besar telah mendapatkan sanksi berupa pencopotan dari jabatan kampus, dihentikan sementara dari koas, dan diberikan nilai D alias tak lulus untuk mata kuliah semester ini.

Media files:
01k7vntzjhmbvvq795hbj7gwx7.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar