Para pemain Malaysia berpose sebelum kick-off laga Kualifikasi Piala Asia Grup F kontra Vietnam di Stadion Nasional Bukit Jalil di Kuala Lumpur pada 10 Juni 2025. Foto: Mohd Rasfan/AFP
FIFA menjatuhkan sanksi denda kepada Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) serta menangguhkan tujuh pemain naturalisasi mereka. CEO Timnas Malaysia, Rob Friend, mengaku terkejut atas keputusan FIFA tersebut.
Rob Friend menegaskan bahwa pihaknya sama sekali tidak menyangka FIFA akan menjatuhkan hukuman berat tersebut.
"Kami terkejut dengan keputusan FIFA dan sanksi yang belum pernah terjadi sebelumnya yang dijatuhkan kepada para pemain kami," ucap Rob Friend pada Senin (29/9), dikutip dari New Straits Times.
Sebelumnya, FIFA menjatuhkan sanksi kepada FAM dan 7 pemain naturalisasi Timnas Malaysia dengan dugaan pemalsuan dokumen pada Jumat (26/9). FIFA menjatuhkan sanksi berupa denda sebesar 350.000 CHF atau setara dengan Rp 7 miliar karena FAM dinilai melanggar Pasal 22 Kode Disiplin FIFA (FDC) tentang pemalsuan dokumen.
Tujuh pemain itu yakni Jon Irazabal Iraurgui, Gabriel Felipe Arrocha, Hector Alejandro Hevel Serrano, Rodrigo Julian Holgado, Imanol Javier Machuca, Facundo Tomas Garces, dan Joao Victor Brandao Figueiredo juga mendapat larangan beraktivitas di dunia sepak bola, baik di level nasional maupun internasional.
Pria asal Kanada itu menegaskan bahwa pihaknya tetap mendukung penuh langkah hukum yang ditempuh federasi setelah dijatuhi sanksi FIFA. Ia juga mengaku optimis terhadap upaya yang dilakukan FAM terkait hukuman FIFA karena akan menghasilkan hasil yang adil dan transparan.
Pemain Malaysia, Hector Hevel (#13), rayakan gol bersama rekan satu timnya saat Kualifikasi Piala Asia kontra Nepal di Stadion Sultan Ibrahim di Johor Bahru pada 25 Maret 2025. Foto: Mohd Rasfan/AFP
"FAM telah menangani masalah administratif yang sedang ditinjau, dan tim nasional mendukung penuh proses banding ini. Sebagai Harimau Malaya, fokus penuh kami adalah pada jalan ke depan, mempersiapkan tim yang kuat untuk pertandingan kualifikasi mendatang melawan Laos dan memastikan disiplin, profesionalisme, dan performa kami di lapangan terus mencerminkan kebanggaan dan semangat bangsa," jelas pria asal Kanada tersebut.
"Kami menghormati proses yang sedang berlangsung dan percaya bahwa proses ini akan menghasilkan hasil yang adil dan transparan," tegasnya.
"Ini adalah momen yang menentukan bagi sepak bola Malaysia. Harimau Malaya tetap bersatu dan teguh, berdiri bersama para pemain, pelatih, dan staf kami saat kami melangkah maju dengan tujuan dan tekad," tambahnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar