Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: Nugroho Sejati/kumparan
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar, menyebut ada 13 perusahaan dalam proses penawaran umum atau Initial Public Offering (IPO) di pasar modal Indonesia. Potensi dana yang bisa dihimpun mencapai Rp 9,8 triliun.
Sejauh ini, nilai penawaran umum di pasar modal nasional telah menyentuh Rp 142,62 triliun. Dari jumlah tersebut, senilai Rp 8,49 triliun berasal dari IPO yang dilakukan 16 perusahaan publik baru.
"Penghimpunan dana di pasar modal menunjukkan tren yang positif, tercatat dengan nilai penawaran umum mencapai Rp 142,62 triliun," kata Mahendra dalam konferensi pers KSSK, dikutip Selasa (29/7).
Namun, dari sisi aktivitas investor asing, pasar masih berada dalam tren jual. Sepanjang semester I 2025 yang berakhir pada 30 Juni, tercatat nilai net sell asing mencapai Rp 23,65 triliun.
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar menyampaikan hasil rapat berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) I Tahun 2025 di Jakarta, Jumat (24/1/2025). Foto: Aditya Pradana Putra/ANTARA FOTO
Di sisi lain, kinerja pasar modal menunjukkan perbaikan. Selama kuartal II-2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kenaikan sebesar 6,41 persen secara kuartalan (qtq), berada di level 6.927. Nilai kapitalisasi pasar saham domestik juga terbilang kuat, yakni sebesar Rp 12.178 triliun.
"Di tengah sentimen terhadap dinamika geopolitik global, tensi perdagangan, kinerja pasar saham domestik pada triwulan kedua menguat dibandingkan triwulan pertama," ungkapnya.
Mahendra menambahkan, tren penguatan IHSG masih terus berlanjut. Per 25 Juli 2025, indeks tercatat sudah menembus level 7.543,5.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar