Search This Blog

Gonjang-ganjing Politik Jerman, Pemilu Dipercepat Jadi 23 Februari 2025

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Gonjang-ganjing Politik Jerman, Pemilu Dipercepat Jadi 23 Februari 2025
Nov 13th 2024, 16:06, by Andreas Gerry Tuwo, kumparanNEWS

Kanselir Jerman yang ditunjuk Olaf Scholz menghadiri konferensi pers. Foto: Fabrizio Bensch/REUTERS
Kanselir Jerman yang ditunjuk Olaf Scholz menghadiri konferensi pers. Foto: Fabrizio Bensch/REUTERS

Jerman akan menggelar pemilu dini pada 23 Februari 2024. Langkah itu diambil seiring krisis politik di negara perekonomian terbesar di Eropa itu.

Krisis terjadi akibat keluarnya partai ketiga di koalisi Pemerintahan Jerman di bawah Kanselir Olaf Scholz.

Dua partai koalisi pemerintah Jerman menyepakati tanggal pemilu pada Selasa (12/11). Tanggal disepakati setelah perundingan antara kedua partai itu. Jika tidak ada krisis harusnya pemilu Jerman digelar pada 28 September 2024.

Sebelum pemilu tepatnya pada 16 Desember 2024, parlemen Jerman akan menggelar voting mosi tidak percaya kepada Scholz.

Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier memberi isyarat saat upacara di Berlin, Jerman, 16 Juni 2023. Foto: Nadja Wohlleben/REUTERS
Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier memberi isyarat saat upacara di Berlin, Jerman, 16 Juni 2023. Foto: Nadja Wohlleben/REUTERS

Sang Kanselir Jerman itu oleh berbagai pihak diprediksi kalah pada mosi tak percaya. Itu menyebabkan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier punya waktu 21 hari membubarkan parlemen dan 60 hari menggelar pemilu demi membentuk pemerintahan baru.

Atas penetapan tanggal pemilu, Steinmeier menyebut hal tersebut sebagai sesuatu yang realistis.

"Semua partai arus utama untuk bekerja sama secara bertanggung jawab hingga saat itu untuk memastikan keamanan internal dan eksternal Jerman serta keandalan internasional dalam fase transisi ini," ucap Steinmeier seperti dikutip dari Al-Jazeera.

Perintah pemilu dini dilakukan akibat penyusutan perekonomian Jerman selama dua tahun beruntun.

Laporan sejumlah ahli merosotnya perekonomian Jerman disebabkan inflasi, perang Rusia-Ukraina, persaingan ketat dengan China sampai ancaman kembalinya Donald Trump ke tampuk kekuasaan AS pada 2025 mendatang.

Krisis Politik

Menteri Keuangan Jerman Christian Lindner berpidato dalam sebuah konferensi pers di gedung Reichstag, yang merupakan rumah bagi majelis rendah parlemen Jerman (Bundestag) di Berlin, setelah pertemuan komite koalisi, Rabu (6/11/2024). Foto: John Macdougall/AFP
Menteri Keuangan Jerman Christian Lindner berpidato dalam sebuah konferensi pers di gedung Reichstag, yang merupakan rumah bagi majelis rendah parlemen Jerman (Bundestag) di Berlin, setelah pertemuan komite koalisi, Rabu (6/11/2024). Foto: John Macdougall/AFP

Di bawah Kanselir Scholz, krisis politik bermula setelah pemecatan Menteri Keuangan Christian Lindner pada Rabu (6/11).

Sebelum pemecatan terlibat adu pendapat dengan anggota koalisi yang menyebabkan anjloknya popularitas Pemerintah Jerman.

Linder yang memimpin partai FDP menyampaikan ultimatum berisi 18 halaman rencana penyusunan ulang anggaran Jerman tahun depan.

Akan tetapi usulan Linder tak diterima. Bahkan berujung pemecatan terhadap dirinya

Usai pemecatan Linder kekacauan terjadi koalisi pemerintahan Jerman. Sebab, partai FDP yang menjadi anggota koalisi pemerintahan menarik semua menterinya dari kabinet.

Lewat keterangan yang disampaikan pada Rabu Scholz mengatakan pertikaian di pemerintahan dimulai ketika dirinya meminta Linder menurunkan biaya listrik, meningkatkan investasi sampai mempertahankan dukungan Jerman terhadap Ukraina.

Media files:
afedj984kiiexabrvwbe.jpg (image/jpeg)
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar