Search This Blog

Wall Street Anjlok Imbas Turunnya Harga Produsen

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Wall Street Anjlok Imbas Turunnya Harga Produsen
Feb 19th 2024, 06:18, by Muhammad Darisman, kumparanBISNIS

Ilustrasi Wall Street. Foto: Shutterstock
Ilustrasi Wall Street. Foto: Shutterstock

Indeks utama saham Amerika Serikat (AS) alias Wall Street ditutup anjlok pada perdagangan Jumat (16/2). Hal itu dipicu oleh turunnya harga produsen yang lebih tinggi dari perkiraan.

Mengutip Reuters, Senin (19/2), S&P 500 (.SPX), kehilangan 24,18 poin atau 0,49 persen menjadi 5.005,15 poin, sedangkan Nasdaq Composite (.IXIC) kehilangan 132,38 poin atau 0,83 persen menjadi 15.775,65. Rata-rata Industri Dow Jones (.DJI), turun 149,48 poin atau 0,39 persen menjadi 38.623,64.

"Sebuah laporan Departemen Tenaga Kerja menunjukkan harga-harga produsen meningkat lebih dari perkiraan pada bulan Januari, menambah kekhawatiran bahwa inflasi akan meningkat setelah berbulan-bulan mengalami penurunan," tulis laporan Reuters.

Data tersebut dapat mendorong The Fed untuk menunda penurunan suku bunga. Awal pekan ini, laporan harga konsumen yang tinggi memicu aksi jual di pasar ekuitas meskipun penurunan penjualan ritel bulan Januari pada hari Kamis memicu harapan penurunan suku bunga.

"Data inflasi minggu ini pasti akan membuat The Fed setidaknya mengambil jeda (menurunkan suku bunga) hingga musim panas," kata Kepala Investasi BMO, Carol Schleif.

Di sisi lain, imbal hasil Treasury melonjak setelah laporan tersebut karena para pedagang menambah spekulasi bahwa The Fed mungkin menunda penurunan suku bunga pertama hingga bulan Juni.

"Suku bunga yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama benar-benar merupakan narasi pasar yang berkelanjutan," kata Chief Executive Officer di AXS Investments, Greg Bassuk.

Adapun, dua pejabat Fed menyatakan kehati-hatian. Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic mengatakan ia memerlukan lebih banyak bukti bahwa tekanan inflasi telah mereda, namun ia terbuka untuk menurunkan suku bunga dalam beberapa bulan ke depan.

Sementara, Presiden Fed San Francisco Mary Daly mengatakan masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk memastikan inflasi stabil.

Media files:
01hax24qk903wvggj6ycn9jcea.jpg (image/jpeg)
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar