Manajemen Rumah Sakit (RS) Muhammadiyah menyampaikan sosok seorang perawat berinisial DN yang tanpa sengaja menggunting jari bayi berumur 7 bulan hingga terpotong saat ganti infus.
Wakil Direktur SDM RS Muhammadiyah Palembang, Muksin menyebutkan DN merupakan perawat senior. Bahkan tercatat di data perawat di RS Muhammadiyah, DN sudah menjalankan profesinya selama 18 tahun.
"Yang bersangkutan sudah kerja di sini 18 tahun sudah senior, " katanya, Minggu (5/2).
Muksin menegaskan jika pihaknya tidak membantah jika kejadian yang dilakukan DN terjadi karena kelalaian sang perawat.
"Sebenarnya itu bukan hak jawab saya, kami dengan perawat itu pun belum sempat bertemu karena rumah sakit masih fokus ke perawatan sang bayi, " kata dia.
Dengan kejadian ini, ia menuturkan siap mendampingi keluarga korban dan memberikan keterangan ke kepolisian jika nanti dipanggil.
"Kami siap mendampingi dan bersedia datang jika dipanggil pihak kepolisian. intinya kami tetap bertanggung jawab, " katanya.
Saat ini bayi perempuan inisial AA itu masih dalam pengawasan usai menjalani operasi untuk menyambungkan kembali jari kelingking kiri yang terputus.
"Kami menunggu tiga hari ke depan untuk memastikan hasil operasi, " kata dia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar