Search This Blog

Kasus Gagal Ginjal Akut Muncul Lagi, Harus Bagaimana Jika Anak Demam?

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Kasus Gagal Ginjal Akut Muncul Lagi, Harus Bagaimana Jika Anak Demam?
Feb 6th 2023, 11:32, by Nathasya Elvira, kumparanMOM

Ilustrasi Gangguan Ginjal pada Anak. Foto: Shutterstock
Ilustrasi Gangguan Ginjal pada Anak. Foto: Shutterstock

Kemenkes kembali mendapatkan laporan dua kasus baru Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (GGAPA) pada anak. Salah satu anak meninggal dunia, dan satu lagi masih suspek. Ini adalah dua kasus pertama setelah tidak adanya kasus baru sejak awal Desember lalu.

Mengutip laman resmi Sehat Negeriku Kemenkes, dua kasus tersebut dilaporkan oleh Dinas Kesehatan DKI Jakarta. Satu kasus konfirmasi GGAPA merupakan anak berusia 1 tahun yang mengalami demam pada 25 Januari 2023. Kemudian, ia diberikan obat sirup penurun demam dengan merk Praxion yang dibeli di apotek. 3 hari kemudian, timbul gejala baru yang meliputi batuk, pilek, dan tidak bisa buang air kecil. Ia sempat dibawa ke puskesmas dan dilarikan ke RSCM namun tidak tertolong.

Sementara itu, satu kasus lainnya yang masih berstatus suspek merupakan anak berusia 7 tahun. Ia juga mengalami demam pada 26 Januari 2023 dan diberikan obat sirup penurun demam yang dibeli secara mandiri.

Anak minum obat. Foto: Shutterstock
Anak minum obat. Foto: Shutterstock

Menanggapi hal tersebut, Kemenkes meminta agar Dinas Kesehatan Pemerintah Daerah lain untuk aktif memantau pasien dengan gejala GGAPA. Lalu, segera merujuk ke rumah sakit yang telah ditunjuk Kemenkes untuk menangani pasien tersebut.

Kendati demikian, sampai saat ini belum ada keterangan resmi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terkait penggunaan obat sirop tersebut.

Sementara itu Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi di Dinas Kesehatan DKI Jakarta, dr. Ngabila Salama, MKM, mengingatkan agar ibu dan ayah tidak perlu panik berlebihan. Jika anak demam di bawah 38 derajat Celcius, kompres dengan air hangat dan pastikan cairannya tercukupi, yakni dengan banyak minum air putih.

Namun jika telanjur memberikan obat sirop pada si kecil, pantau kondisinya hingga 1-2 pekan ke depan. "Observasi 4-12 hari, minimal 4-6 hari," kata dr Ngabila.

Simak penjelasan lengkap dr Ngabila di bawah ini:

Yang Perlu Dilakukan Jika Anak Demam

Ilustrasi Anak Demam Foto: Shutterstock
Ilustrasi Anak Demam Foto: Shutterstock

Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan orang tua saat anak demam:

  1. Jika bayi atau balita demam dan disertai dengan batuk pilek karena infeksi virus, kondisi ini dapat sembuh dengan sendirinya tanpa minum obat. Berikan makanan, minuman, dan istirahat yang cukup untuk membantu proses pemulihan.

  2. Jika ingin minum obat, pastikan sesuai dengan resep dan anjuran dokter. Baik itu obat sirup ataupun puyer.

  3. Pantau gejala anak setelah diberi obat. Jika kondisi tidak membaik atau ada keluhan tambahan, seperti produksi air kencing berkurang atau tidak ada sama sekali (meski banyak minum), jangan ragu periksa kembali ke dokter yang merawat.

  4. Biasakan jangan langsung memberikan terapi obat, melainkan lakukan terapi non-obat terlebih dahulu, terutama jika demam di bawah 38 derajat Celcius.

  5. Tidak perlu menjadi orang tua yang antiobat. Jika kondisi anak sangat membutuhkan obat dalam kondisi tertentu, sebaiknya segera berikan sesuai dengan resep dokter, terutama jika demam lebih dari 38 derajat Celcius.

  6. Gunakan obat puyer sebagai alternatif obat sirup.

Media files:
01gf4twr3syq7dkwkzr0fvw174.jpg (image/jpeg)
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar