Feb 6th 2023, 11:02, by Tim Manado Bacirita, Manado Bacirita
Awan mendung di langit Kota Manado, Sulawesi Utara.
MANADO - Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) diprediksi masih dilanda cuaca ekstrem hingga Minggu (12/2) mendatang. Bahkan, pada periode Senin hingga Selasa (6-7/2), sebagian wilayah Sulut akan dilanda hujan lebat.
Hal ini disebabkan adanya kemunculan tiga bibit siklon tropis di sekitar wilayah Indonesia.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menyebutkan tiga bibit siklon tersebut masing-masing, Bibit Siklon Tropis 94S yang terpantau berada di Samudra Hindia sebelah barat daya Bengkulu, kemudian Bibit Siklon Tropis 95S yang terpantau berada di Samudra Hindia sebelah Selatan Banten, dan Bibit Siklon Tropis 97S yang terpantau berada di Samudra Hindia Selatan NTB.
"Kemunculan tiga bibit siklon tropis ini mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan, kecepatan angin, dan ketinggian gelombang laut di sekitar wilayah siklon tropis," ujar Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, dalam keterangan tertulisnya..
BMKG juga mengimbau Pemerintah Daerah dan masyarakat untuk siaga dan waspada cuaca ekstrem berupa hujan yang disertai angin kencang, yang bisa menimbulkan kerugian baik secara materil dan imateril. Selain itu, cuaca ekstrem dapat memicu terjadinya bencana hidrometeorologi.
Sementara itu dikutip dari kumparanNews, Deputi Meteorologi Guswanto mengatakan kemunculan tiga bibit siklon tersebut, berpotensi mengakibatkan gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan Indonesia pada 6-12 Februari 2023 dengan tinggi gelombang bervariasi mulai dari 1,25-6 meter.
Menurutnya, Pemerintah dan masyarakat wajib siap siaga terkait cuaca ekstrem tersebut dengan memastikan kapasitas infrastruktur dan sistem tata kelola sumber daya air siap untuk mengantisipasi peningkatan curah hujan.
Selain itu, kata dia, melakukan penataan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan dan tidak melakukan pemotongan lereng atau penebangan pohon yang tidak terkontrol serta melakukan program penghijauan secara lebih masif.
"Melakukan pemangkasan dahan dan ranting pohon yang rapuh serta menguatkan tegakan/tiang agar tidak roboh tertiup angin kencang. Khusus yang berada di wilayah lereng pegunungan dan bukit waspadai tanah longsor, dan yang berada di daerah aliran sungai waspada banjir bandang," ujar Guswanto kembali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar