Search This Blog

TAM: 1 dari 3 Mobil yang Terjual di Indonesia adalah Toyota

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
TAM: 1 dari 3 Mobil yang Terjual di Indonesia adalah Toyota
Mar 9th 2026, 15:30 by kumparanOTO

Suasana booth Toyota pada pegelaran GIIAS (Gaikindo Indonesia International Auto Show) 2025 di ICE BSD, Tangerang, Kamis (24/7/2025) Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Suasana booth Toyota pada pegelaran GIIAS (Gaikindo Indonesia International Auto Show) 2025 di ICE BSD, Tangerang, Kamis (24/7/2025) Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Dominasi Toyota Astra Motor (TAM) di pasar otomotif nasional masih belum tergoyahkan. Sepanjang 2025, pabrikan asal Jepang tersebut mencatat pangsa pasar sebesar 31,2 persen dengan penjualan wholesales yang melampaui 250 ribu unit.

Direktur Marketing TAM, Jap Ernando Demily, mengatakan capaian tersebut menegaskan posisi Toyota sebagai pemimpin pasar otomotif di Indonesia.

"Kalau dikonversi menjadi market share (pangsa pasar), masih di atas 30 persen, artinya satu dari tiga mobil di Indonesia pada 2025 masih Toyota," ujar Ernando di acara Toyota di Jakarta, Jumat (6/3) malam.

Selain penjualan domestik, kontribusi ekspor juga menjadi salah satu pilar penting bagi Toyota Indonesia. Ernando menyebut sejak 1987 hingga 2025, total ekspor kendaraan Toyota dari Indonesia telah mencapai 3.151.000 unit yang dikirim ke sekitar 100 negara di berbagai kawasan dunia.

Aktivitas ekspor kendaraan buatan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN/Toyota Indonesia). Foto: TMMIN
Aktivitas ekspor kendaraan buatan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN/Toyota Indonesia). Foto: TMMIN

Dalam beberapa tahun terakhir, Toyota juga mulai memasuki fase baru dengan mengekspor kendaraan elektrifikasi. Di saat yang sama, perusahaan turut meningkatkan tingkat lokalisasi komponen untuk mendukung teknologi kendaraan ramah lingkungan tersebut.

Perjalanan Toyota di Indonesia sendiri telah berlangsung lebih dari lima dekade. Perusahaan pertama kali hadir pada 1971 dengan menjual kendaraan secara completely built up (CBU) atau impor utuh, sebelum kemudian beralih ke tahap perakitan lokal.

Tahap berikutnya adalah pengembangan basis manufaktur nasional yang tidak hanya merakit kendaraan, tetapi juga memproduksi berbagai komponen secara lokal.

Booth Toyota di GJAW 2025. Foto: Dok. Istimewa
Booth Toyota di GJAW 2025. Foto: Dok. Istimewa

"Pada 1987, Indonesia mulai diposisikan sebagai basis ekspor kendaraan Toyota, peran yang terus berkembang hingga sekarang." kata Ernando.

Dari sisi layanan purnajual, Toyota juga mengandalkan program T-Care untuk menjaga loyalitas pelanggan. Program ini memberikan bebas biaya jasa dan suku cadang hingga servis ketujuh atau tiga tahun untuk kendaraan baru.

Melalui program tersebut, hampir 90 persen pelanggan tercatat melakukan perawatan kendaraan di jaringan bengkel resmi Toyota.

"Di mana pun Toyota berada di seluruh Indonesia, kami selalu sesuaikan dengan kebutuhan, kebiasaan, dan kondisi masyarakat di daerah setempat, kita memiliki diferensiasi dalam hal produk apa yang ditawarkan maupun bentuk after sales," ujarnya.

Diler Toyota Foto: dok. Istimewa
Diler Toyota Foto: dok. Istimewa

Saat ini Toyota didukung lebih dari 360 outlet resmi serta lebih dari 1.000 part shop yang tersebar di seluruh Indonesia. Jaringan tersebut menjadi tulang punggung layanan purnajual sekaligus memastikan ketersediaan suku cadang lebih mudah dijangkau konsumen.

Strategi produk Toyota juga disesuaikan dengan karakteristik pasar di masing-masing wilayah. Di Sumatera, Toyota memiliki 63 outlet dengan pangsa pasar mencapai 37 persen, dengan model kendaraan lima hingga tujuh penumpang sebagai kontributor utama penjualan. Toyota Kijang Innova menjadi salah satu model yang paling diminati.

Sementara di Pulau Jawa, Toyota mengoperasikan sekitar 210 outlet resmi dengan pangsa pasar sekitar 30,5 persen.

Suasana booth Toyota di pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2024 di ICE BSD, Tangerang, Kamis (18/7). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Suasana booth Toyota di pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2024 di ICE BSD, Tangerang, Kamis (18/7). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Di Kalimantan, Toyota memiliki 23 outlet dengan pangsa pasar mencapai 36,3 persen. Model Toyota Hilux menjadi salah satu kendaraan yang paling banyak dicari, terutama untuk kebutuhan kerja di sektor pertambangan dan perkebunan.

Untuk wilayah Indonesia timur seperti Sulawesi yang memiliki 39 outlet, Toyota mencatat pangsa pasar 40,4 persen. Di kawasan ini, model mobil keluarga terjangkau seperti Toyota Calya menjadi salah satu pilihan favorit konsumen.

Test drive Toyota Agya GR Sport di Bali. Foto: dok. TAM
Test drive Toyota Agya GR Sport di Bali. Foto: dok. TAM

Di Bali dan Nusa Tenggara, Toyota memiliki 16 outlet dengan pangsa pasar 32,6 persen. Sementara di Papua terdapat 10 outlet dengan pangsa pasar yang bahkan mencapai 47,7 persen.

"Di daerah-daerah seluruh Indonesia pencapaian market share kami minimal di atas 30 persen, bahkan di beberapa titik ada yang mendekati 50 persen," tuntasnya.

Media files:
01k0ym1ckcyd7j3b55xx2kasqx.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar