Kapten kapal tug boat Musaffah 2, Miswar Paturusi, yang hilang di Selat Hormuz usai kapalnya meledak dan tenggelam pada Jumat (6/3). Foto: Dok. Istimewa
3 WNI dilaporkan hilang setelah kapal tug boat Musaffah 2 tenggelam di Selat Hormuz. Salah satu korban adalah warga Desa Pattedong, Kecamatan Ponrang Selatan, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Miswar Paturusi—yang menjabat sebagai kapten kapal milik perusahaan Abu Dhabi Port tersebut. Sebelumnya, beredar kabar kapal itu terkena rudal, belum diketahui pihak yang terlibat. Berdasarkan informasi awal yang diterima keluarga, kapal yang dinakhodai Miswar diduga mengalami insiden terkena ranjau laut di tengah pelayaran. Kabar tersebut disampaikan oleh rekan korban, Kapten Ismail, yang menghubungi keluarga pada Jumat (6/3) pagi. Sebelum komunikasi terputus, Miswar sempat menyampaikan kepada rekan-rekannya bahwa kapal yang dipimpinnya mengalami gangguan pada sistem navigasi. "Beberapa kali beliau menyampaikan bahwa sistem GPS di kapalnya mengalami eror. Bahkan sempat mengatakan melihat sesuatu dan meminta dipandu, tapi ternyata tidak ada," kata Sumarlin. Sumarlin mengatakan korban berkomunikasi dengan sang istri terakhir kali pada Rabu (4/3) yang menyampaikan akan berangkat ke lokasi kerja. Pada Kamis siang (5/3), sekitar pukul 13.00 WITA, korban masih sempat membaca pesan dari anaknya melalui aplikasi percakapan. Namun pesan tersebut tidak dibalas. 📸: Dok. Istimewa, Reuters/Ilustrasi. Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play. 📝: focus | musaffah2 | news | videonews | R158 | R194 | E164 | V200 #bicarafaktalewatberita#kumparan
Dua warga negara Indonesia (WNI) dilaporkan selamat dari insiden ledakan kapal tug boat Musaffah 2 yang terjadi di Selat Hormuz pada Jumat (6/3) dini hari. Jubir Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, memperbarui informasi soal insiden ini. Ia mengatakan satu WNI awak buah kapal (ABK) selamat dan saat ini tengah menjalani perawatan medis di Oman. Sedangkan satu WNI lainnya merupakan teknisi kapal kontainer yang terpisah dengan tug boat telah dibawa ke Uni Emirat Arab (UEA). Menurut Kemlu, kapal diawaki tujuh kru dan membawa enam teknisi, termasuk lima WNI. Saat kejadian, kapal Musaffah 2 sedang melakukan pengecekan terhadap kapal kontainer Safeen Prestige yang mengalami kerusakan. Pada saat kejadian, empat WNI yang merupakan awak kapal berada di tug boat tersebut, sementara satu WNI teknisi berada di kapal kontainer yang diperiksa. Saat ini, tiga WNI awak kapal yang dilaporkan hilang masih dalam proses pencarian oleh otoritas setempat. 📸: Dok. Kemlu RI. Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play. 📝: focus | musaffah2 | news | vidol | R158 | E164 #bicarafaktalewatberita#kumparan
Kapal tug boat berbendera Uni Emirat Arab, Musaffah 2, meledak, terbakar, lalu tenggelam di Selat Hormuz. Kapal tersebut diawaki tujuh orang dari tiga negara, yakni Indonesia, India, dan Filipina. Kementerian Luar Negeri RI menyebut kejadian itu terjadi pada 6 Maret dini hari sekitar pukul 02.00 waktu setempat. Sebelumnya sempat beredar kabar kapal tersebut terkena rudal, namun hingga kini belum diketahui pihak yang diduga terlibat. Dari tujuh awak kapal, empat orang dilaporkan selamat, termasuk satu warga negara Indonesia. Sementara tiga orang lainnya masih dinyatakan hilang dan seluruhnya merupakan WNI. WNI yang selamat saat ini menjalani perawatan di rumah sakit di Khasab, Oman. Kementerian Luar Negeri juga telah menghubungi keluarga awak kapal di Indonesia untuk menyampaikan perkembangan penanganan, sementara penyelidikan terkait penyebab pasti ledakan kapal masih berlangsung. 📸: Dok. kumparan, Reuters, Antara, Shutterstock. Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play. 📝: focus | musaffah2 | news | svl | R158 | R335 | E053 | V179 | V165 #bicarafaktalewatberita#kumparan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar