Search This Blog

Harga Emas Dunia Turun ke USD 5.170 per Ons

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Harga Emas Dunia Turun ke USD 5.170 per Ons
Mar 12th 2026, 09:12 by kumparanBISNIS

Ilustrasi emas. Foto: Shutterstock
Ilustrasi emas. Foto: Shutterstock

Harga emas turun untuk hari kedua berturut-turut, setelah rilis data inflasi Amerika Serikat mengurangi harapan pasar terhadap pemangkasan suku bunga. Pada saat yang sama, perang di Timur Tengah mendorong harga minyak naik.

Mengutip Bloomberg, harga emas turun tipis 0,14 persen menjadi USD 5.170 per ons pada pukul 8.46 WIB. Pada perdagangan pukul 08.05 waktu Singapura, harga emas spot turun 0,9 persen menjadi 5.132,76 dolar AS per ounce. Harga perak turun 1,5 persen menjadi 84,44 dolar AS, sementara platinum melemah 1 persen dan palladium turun 0,8 persen. Indeks dolar Bloomberg tercatat menguat 0,2 persen.

Pada awal perdagangan, harga emas sempat turun hingga 1 persen setelah pada sesi sebelumnya melemah 0,3 persen. Meski inflasi inti AS pada awal tahun tercatat cukup terkendali, namun kekhawatiran inflasi ke depan membuat peluang Federal Reserve untuk menurunkan suku bunga menjadi lebih kecil.

Di sisi lain, indeks dolar AS sempat menguat hingga 0,3 persen. Uni Eropa juga memperingatkan bahwa inflasi di kawasan tersebut berpotensi melampaui 3 persen tahun ini.

Analis Vantage Markets di Melbourne, Hebe Chen, menilai penurunan harga emas saat ini lebih mencerminkan jeda sementara daripada perubahan tren.

"Ekspektasi tekanan harga yang menguat telah menghidupkan kembali dolar dan menunda rencana pelonggaran kebijakan Fed dalam waktu dekat, untuk sementara waktu menggeser dominasi emas batangan di pasar yang hanya dapat menampung satu aset aman dalam satu waktu," kata Hebe dikutip dari Bloomberg, Kamis (12/3).

Konflik antara AS, Israel, dan Iran yang kini memasuki hari ke-13 terus mengganggu produksi serta pengolahan minyak di Timur Tengah. Harga minyak mentah pun melanjutkan kenaikan karena kekhawatiran konflik berkepanjangan menutupi dampak pelepasan cadangan minyak darurat terbesar yang pernah dilakukan negara-negara maju.

Sebagai bagian dari langkah tersebut, pemerintahan Presiden Donald Trump berencana melepas 172 juta barel minyak dari cadangan strategis AS.

Selain menghadapi prospek suku bunga yang lebih tinggi yang biasanya menjadi sentimen negatif bagi emas karena tidak memberikan imbal hasil, logam mulia ini juga sering digunakan investor sebagai sumber likuiditas untuk menutup kebutuhan di portofolio lain.

Sejak perang dimulai, volume emas yang dimiliki oleh dana berbasis bursa atau ETF tercatat menurun, meskipun pada Selasa terjadi arus masuk dana setelah pekan sebelumnya mengalami penurunan terbesar dalam lebih dari dua tahun.

Sepanjang tahun ini, harga emas masih mencatat kenaikan hampir 20 persen, didukung perannya sebagai aset safe haven di tengah gejolak geopolitik. Namun, pergerakan harga menjadi lebih fluktuatif dan momentum kenaikan mulai tertahan sejak perang pecah pada 28 Februari.

Chen menilai permintaan terhadap aset safe haven sebenarnya belum berakhir. Menurutnya, pasar hanya sedang mengambil jeda sebelum menentukan arah berikutnya.

Media files:
01jxhg1ak2269m3za7bjpnm8sy.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar