Petugas kepolisian Satlantas Polres Indramayu saat membantu satu keluarga pemudik di Tol Cipali KM 134, Selasa (17/3/2026) Foto: Dok. Istimewa
Jarum jam menunjukkan pukul 03.00 WIB dini hari pada Selasa (17/3) lalu. Di tengah arus mudik yang mulai memadat di ruas Tol Cipali, sebuah mobil keluarga tiba-tiba terhenti, mesinnya mati, menyisakan kepanikan di pinggir Jalur A Tol Cipali KM 134 arah Cirebon.
Di dalam mobil tersebut, sepasang suami istri terduduk lemas bersama empat orang anak mereka. Kondisinya cukup memprihatinkan, ada dua balita, seorang anak laki-laki berusia 10 tahun, dan seorang bayi yang masih memejamkan mata dalam dekapan ibunya.
Petugas kepolisian sebenarnya sudah menawarkan bantuan evakuasi sejak dini hari. Namun, layaknya orang tua yang enggan merepotkan orang lain, keluarga ini sempat memilih bertahan di dalam mobil, berharap mesin bisa kembali menyala.
Ipda Kurniawan, Kaur Mintu Satlantas Polres Indramayu, yang saat itu memimpin personel Satgas Kamseltibcar Lantas, terus memantau kondisi mereka.
"Dari jam 3 subuh kami sudah menawarkan untuk dievakuasi, tapi keluarga belum mau," kenang Ipda Kurniawan saat menceritakan peristiwa tersebut kepada kumparan, Kamis (19/3).
Waktu terus bergulir hingga fajar menyingsing pukul 06.30 WIB. Kondisi di dalam kabin mulai tak bersahabat; udara pengap dan tangis bayi mulai pecah.
Petugas kepolisian Satlantas Polres Indramayu saat membantu satu keluarga pemudik di Tol Cipali KM 134, Selasa (17/3/2026) Foto: Dok. Istimewa
Di saat itulah, Ipda Kurniawan kembali membujuk sang Ibu agar anak-anak segera dibawa ke tempat yang lebih layak.
Hati Ipda Kurniawan terenyuh melihat gurat kelelahan pada wajah sang ibu yang menggendong bayinya.
Di sisi lain, sistem one way yang tengah diberlakukan membuat mobil derek dari arah Cilameri terjepit arus kendaraan yang sangat padat.
"Mobil mogok dari sekitar jam 3 malam karena sudah diberlakukan one way, akhirnya derek dari Cilameri tersendat. Kami kasihan melihat mereka menunggu terlalu lama, apalagi ada dua balita, satu bayi, dan anak-anak lainnya," kata Ipda Kurniawan dengan nada prihatin.
Melihat situasi yang tak kunjung membaik, Ipda Kurniawan mengambil keputusan taktis. Karena kendaraan evakuasi roda empat sulit menembus kepadatan di titik tersebut, ia dan anggotanya menggunakan sepeda motor dinas untuk menjemput satu per satu anggota keluarga.
"Mobilnya sudah tidak bisa jalan dan harus diderek, tapi kalau nunggu derek pasti lama sekali. Akhirnya kami putuskan evakuasi pakai motor karena mobil evakuasi lain juga sulit masuk karena sedang one way," jelasnya.
Menuju Gerbang Tol Cikedung
Petugas kepolisian Satlantas Polres Indramayu saat membantu satu keluarga pemudik di Tol Cipali KM 134, Selasa (17/3/2026) Foto: Dok. Istimewa
Pemandangan haru pun pecah di bahu jalan tol. Para petugas kepolisian dengan hati-hati membonceng anak-anak dan sang ibu menembus udara pagi Cipali.
Tak ada lagi sekat antara seragam dan warga; yang ada hanyalah misi menyelamatkan kenyamanan anak-anak mungil tersebut.
"Keluarga kami bawa ke tempat yang lebih nyaman, kami arahkan ke GT (Gerbang Tol) Cikedung untuk beristirahat. Di sana tempatnya lebih layak sambil mereka menunggu proses derek mobilnya menuju GT Cilameri," pungkas Ipda Kurniawan.
Cerita Ipda Kurniawan hari itu menjadi pengingat di tengah hiruk-pikuk mudik 2026, bahwa di balik ketegasan aturan lalu lintas, ada empati yang selalu siap dikedepankan bagi mereka yang membutuhkan di sepanjang aspal Tol Cipali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar