Search This Blog

BPS: RI Alami Inflasi 2,92 Persen Sepanjang 2025

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
BPS: RI Alami Inflasi 2,92 Persen Sepanjang 2025
Jan 5th 2026, 11:59 by kumparanBISNIS

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Senin (1/12/2025). Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Senin (1/12/2025). Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan sepanjang tahun 2025 Indonesia mengalami inflasi sebesar 2,92 persen. Sementara pada Desember 2025, inflasi tercatat 0,64 persen.

Berdasarkan catatan BPS, inflasi sepanjang tahun 2025 tertinggi di tingkat provinsi terjadi di Provinsi Aceh sebesar 6,71 persen dengan IHK sebesar 114,40.

"Terendah terjadi di Provinsi Sulawesi Utara sebesar 1,23 persen dengan IHK sebesar 108,60," kata Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini di Kantor Pusat BPS, Senin (1/5).

Sementara itu, inflasi yoy tertinggi di tingkat kabupaten/kota terjadi di Kota Gunungsitoli sebesar 10,84 persen dengan IHK sebesar 119,24. Sedangkan terendah terjadi di Maumere dan Kabupaten Minahasa Utara masing-masing sebesar 0,38 persen dengan IHK masing-masing sebesar109,62 dan 111,03.

Inflasi terjadi karena adanya kenaikan sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 4,58 persen, serta kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,66 persen.

Ilustrasi pedagang bahan bokok di salah satu pasar di Jakarta. Foto: Pemprov DKI Jakarta
Ilustrasi pedagang bahan bokok di salah satu pasar di Jakarta. Foto: Pemprov DKI Jakarta

Adapun kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,62 persen. Kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,20 persen.

Kemudian kelompok kesehatan sebesar 1,83 persen, kelompok transportasi sebesar 1,23 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,17 persen, dan kelompok pendidikan sebesar 1,22 persen.

"Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,46 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 13,33 persen," katanya.

Sementara itu, kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks adalah kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,28 persen.

Media files:
01kbc17mcnhfq1ngv0pkb1de1n.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar