Pekerja membersihkan puing-puing di pusat perbelanjaan yang rusak akibat gempa bumi di Kota Hachinohe, Prefektur Aomori, Jepang, Selasa (9/12/2025). Foto: STR / JIJI PRESS / AFP
Seorang warga Jepang menyampaikan kesaksian mengejutkan perihal gempa dahsyat yang mengguncang pada Senin (8/12) malam. Bencana itu melukai 30 orang dan menyebabkan kerusakan di berbagai wilayah.
Badan Meteorologi Jepang (JMA) menyebut gempa tersebut berkekuatan 7,5 magnitudo dan memicu tsunami 70 cm. Selain menimbulkan korban luka dan kerusakan, layanan kereta cepat di Jepang juga ditangguhkan, dan kebakaran terjadi di satu titik di wilayah utara setelah gempa.
Gempa kali ini mengguncang kawasan Aomori yang berada di utara. Menurut seorang ASN di Aomori, Daiki Shimohata, gempa itu terasa sangat kuat hingga ia dan keluarganya harus keluar dari rumah.
Pekerja membersihkan puing-puing di pusat perbelanjaan yang rusak akibat gempa bumi di Kota Hachinohe, Prefektur Aomori, Jepang, Selasa (9/12/2025). Foto: STR / JIJI PRESS / AFP
"Getarannya seperti sesuatu yang belum pernah kami rasakan. Ini terjadi sekitar 20 detik," kata Shimohata saat dihubungi kantor berita AFP.
"Kami memeluk anak-anak kami, yang berusia dua tahun dan satu tahun. Guncangan ini mengingatkan kami pada bencana (2011)," sambungnya.
Bencana 2011 yang disinggung Shimohata adalah ketika Jepang dihantam gempa berkekuatan 9,0 magnitudo.
Peristiwa 14 tahun lalu itu menyebabkan lebih dari 18.500 orang tewas serta menimbulkan kerusakan besar di PLTN Fukushima.
Jepang terletak di atas empat lempeng tektonik utama di sepanjang tepi barat Cincin Api Pasifik. Negara itu juga merupakan salah satu wilayah dengan aktivitas tektonik paling aktif di dunia.
Warga berja;an di area permukiman yang rusak akibat gempa bumi dan tsunami di Miyako, Prefektur Iwate, pada 5 April 2011. Foto: Toru Hanai/REUTERS
Negara kepulauan tersebut, yang dihuni sekitar 125 juta jiwa, mengalami sekitar 1.500 gempa setiap tahunnya.
Sebagian besar gempa bersifat ringan meskipun kerusakan yang ditimbulkannya bervariasi tergantung lokasi dan kedalamannya di bawah permukaan bumi.
Seringnya gempa bumi yang terjadi membuat Jepang memiliki mitigasi gempa bumi paling maju.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar