Search This Blog

Nenek 84 Tahun di Padang Ternyata Dirampok Keponakan Sendiri

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Nenek 84 Tahun di Padang Ternyata Dirampok Keponakan Sendiri
Jul 18th 2025, 12:01 by kumparanNEWS

Syahrial (51) Pelaku perampokan nenek 84 tahun di Padang saat olah TKP. Foto: Dok. Polresta Padang
Syahrial (51) Pelaku perampokan nenek 84 tahun di Padang saat olah TKP. Foto: Dok. Polresta Padang

Polisi berhasil mengungkap pelaku perampokan seorang nenek bernama Guslina (84 tahun, sebelumnya ditulis 79 tahun) di Kota Padang, Sumatera Barat.

Saat kejadian, korban dibekap dan dianiaya pelaku. Nenek tersebut mengalami luka lebam di wajah hingga giginya patah.

Dari hasil penyelidikan, pelaku ternyata keponakan korban bernama Syahrial (51). Pelaku bahkan sempat mendampingi pihak kepolisian saat olah TKP.

Kasat Reskrim Polresta Padang, Kompol M Yasin mengatakan, dalam olah TKP itu polisi sudah curiga terhadap pelaku. Sehingga pelaku dibawa untuk diinterogasi.

Syahrial (51) Pelaku perampokan nenek 84 tahun di Padang saat olah TKP. Foto: Dok. Polresta Padang
Syahrial (51) Pelaku perampokan nenek 84 tahun di Padang saat olah TKP. Foto: Dok. Polresta Padang

"Saat di TKP pelaku melayani kami saat olah TKP, menunjukkan detail isi rumah, bahkan ikut bersedih karena keluarganya jadi korban," ujar Yasin dalam keterangannya, Jumat (18/7).

Yasin menyebut, meskipun awalnya selalu berbohong, pelaku akhirnya mengakui perbuatannya setelah diinterogasi selama 13 jam.

"Dalam interogasi itu cukup banyak kejanggalan keterangan pelaku. Kami cecar berbagi pertanyaan hingga akhir pelaku tidak bisa berkilah," ungkapnya.

Ngaku untuk Biaya Sekolah Anak

Syahrial (51) Pelaku perampokan nenek 84 tahun di Padang saat olah TKP. Foto: Dok. Polresta Padang
Syahrial (51) Pelaku perampokan nenek 84 tahun di Padang saat olah TKP. Foto: Dok. Polresta Padang

Dari pengakuan pelaku, kata Yasin, Syahrial melakukan aksi pencurian ini karena terdesak ekonomi. Pelaku beralasan untuk biaya sekolah anaknya.

Namun, kepolisian terus mendalami keterangan pelaku, berikut dengan modusnya. Karena pelaku diketahui juga sebagai pengguna narkoba.

"Jad pelaku berniat melakukan aksinya sesaat saja, dari pengakuannya. Karena terdesak ekonomi tadi, biaya sekolah anak. Tapi kami terus dalami," imbuhnya.

Sudah Dianggap Anak

Syahrial (51) dengan santai berada di TKP. Foto: Dok. Istimewa
Syahrial (51) dengan santai berada di TKP. Foto: Dok. Istimewa

Yasin menambahkan, hubungan korban dan pelaku cukup dekat. Korban besar di rumah korban, sehingga sudah dianggap sebagai anak. Kemudian setelah menikah, ia pindah rumah.

Kediaman pelaku tak jauh dari rumah korban, hanya berjarak sekitar dua kilometer.

"Pelaku keponakan korban, sudah dianggap anak kandung oleh korban. Pelaku besar bersama korban. Korban kecewa," ucap Yasin.

Ngaku Barang yang Dicuri Tidak Dapat

Nenek korban perampokan mengalami luka lebam di wajah. Foto: Dok. Polsek Koto Tangah
Nenek korban perampokan mengalami luka lebam di wajah. Foto: Dok. Polsek Koto Tangah

Syahrial mengaku tak sempat mencuri perhiasan si nenek. Namun korban sendiri menyebut ia kehilangan kalung dan cincin dengan total 12,5 gram yang ditotal sebesar Rp 21 juta, serta uang tunai Rp 160 ribu.

"Kami masih mendalami keterangan pelaku. Si pelaku mengatakan, tidak sempat mengambil barang berharga tersebut. Kami dalami, kami kumpulkan informasi," katanya.

Dari pengakuan Syahrial, saat merampok ia panik hingga tak bisa membuka pintu utama rumah, sehingga lari ke atas plafon dapur.

"Sempat buka paksa pintu depan, tidak bisa. Lari ke dapur, panjat plafon dapur, lalu kabur," tutupnya.

Media files:
01k0dwm5w5nqqqpsa76mgm6tpe.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Popular Posts