Search This Blog

Saat Trump Bicara Tentukan Pemimpin Baru Iran hingga Akhiri Perang

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Saat Trump Bicara Tentukan Pemimpin Baru Iran hingga Akhiri Perang
Mar 7th 2026, 07:37 by kumparanNEWS

Pidato kenegaraan di Gedung Capitol AS di Washington DC. Foto: Kenny Holston/The New York Times/HO via Reuters
Pidato kenegaraan di Gedung Capitol AS di Washington DC. Foto: Kenny Holston/The New York Times/HO via Reuters

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeklaim memiliki hak untuk ikut menentukan siapa pemimpin baru di Iran. Hingga Kamis (5/3), serangan AS dan Israel ke Iran semakin intensif.

Pernyataan Trump disampaikan saat melakukan wawancara via telepon dengan kantor berita Reuters. Trump menyebut putra mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, yakni Mojtaba Khamenei, bukan calon yang didukungnya.

Padahal Mojtaba digadang-gadang sebagai calon terkuat Pemimpin Tertinggi Iran menggantikan ayahnya yang tewas akibat serangan AS–Israel pada Sabtu (28/2) lalu.

"Kami ingin terlibat dalam proses pemilihan sosok yang akan memimpin Iran di masa depan," ujar Trump seperti dikutip dari Reuters.

Sampai saat ini Iran masih belum mengumumkan siapa pengganti Khamenei, yang juga belum dimakamkan. Khamenei tewas dalam serangan hari pertama AS–Israel yang menargetkan ibu kota Teheran.

Trump Klaim Iran Mau Akhiri Perang: Saya Bilang Terlambat, Kami Ingin Berperang

Presiden AS, Donald Trump terkait serangannya ke Iran pada Sabtu (28/2/2026). Foto: Truth/ Donald Trump
Presiden AS, Donald Trump terkait serangannya ke Iran pada Sabtu (28/2/2026). Foto: Truth/ Donald Trump

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeklaim, Iran menghubungi Gedung Putih untuk membahas kemungkinan kesepakatan guna mengakhiri perang yang tengah berlangsung.

AS bersama Israel menyerang Iran dalam operasi Epic Fury. Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan ribuan orang tewas imbas serangan itu.

"Mereka menelepon, mereka bertanya, 'Bagaimana kita bisa membuat kesepakatan?'" kata Trump di Gedung Putih dikutip dari CNN, Jumat (6/3).

Trump menuturkan, permintaan tersebut datang ketika militer AS dan sekutunya terus melancarkan operasi militer terhadap Iran.

"Saya bilang, kalian agak terlambat. Kami ingin berperang sekarang lebih dari mereka," ujarnya.

Namun Trump tidak menjelaskan siapa dari pihak Iran yang melakukan kontak tersebut ataupun apakah sudah ada proses negosiasi atau tidak.

Trump Sebut Hanya "Menyerah Tanpa Syarat" dari Iran yang Bisa Akhiri Perang

Pidato kenegaraan di Gedung Capitol AS di Washington DC. Foto: Evelyn Hockstein/REUTERS
Pidato kenegaraan di Gedung Capitol AS di Washington DC. Foto: Evelyn Hockstein/REUTERS

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan "menyerah tanpa syarat" dari Iran adalah satu-satunya yang dapat diterima untuk mengakhiri perang. Ia juga menjanjikan akan membantu membangun kembali ekonomi negara tersebut jika Teheran mematuhi tuntutan itu dan memilih kepemimpinan baru.

"Tidak akan ada kesepakatan dengan Iran selain menyerah tanpa syarat" tulis Trump di platform Truth Social miliknya pada Jumat (6/3) dikutip dari AFP.

Pernyataan itu muncul ketika Israel menggempur target-target di Teheran dan posisi Hizbullah di Beirut. Sementara itu, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan bahwa serangan Amerika Serikat terhadap Iran akan segera meningkat secara dramatis.

Trump mengatakan bahwa setelah Republik Islam Iran menyerah, Amerika Serikat dan sekutunya akan bekerja untuk membawa Iran memperbaiki kondisinya.

"Kembali dari ambang kehancuran, menjadikannya secara ekonomi lebih besar, lebih baik, dan lebih kuat daripada sebelumnya," ucapnya.

Media files:
01kj9fbdyj5hjrd5qfb3gx3gm4.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar