Pengunjung melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (4/3/2026). Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan dari 2-6 Maret 2026. IHSG pekan ini ditutup pada level 7.585,687 atau merosot 7,89 persen dari posisi 8.235,485 pada pekan lalu, di tengah konflik Iran-Israel dengan AS.
Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, menjelaskan kapitalisasi pasar BEI turut anjlok sebesar 7,85 persen menjadi Rp 13.627 triliun dari Rp 14.787 triliun pada pekan sebelumnya.
"Rata-rata frekuensi harian BEI juga ditutup berubah sebesar 7,33% sebesar 2,73 juta kali transaksi dari 2,95 juta kali transaksi pada penutupan pekan sebelumnya," kata Kautsar dalam keterangannya, dikutip Sabtu (7/3).
Rata-rata nilai transaksi harian BEI ikut turun sebesar 16,64 persen menjadi Rp 24,97 triliun dari Rp 29,95 triliun pada pekan sebelumnya.
"Rata-rata volume transaksi harian BEI pekan ini sebesar 17% menjadi 42,34 miliar lembar saham dari 51,02 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya," lanjutnya.
Investor asing hari ini mencatatkan nilai jual bersih Rp 263 miliar dan sepanjang tahun 2026 ini, investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp 7,29 triliun.
Selain itu, selama periode tersebut, ada 3 pencatatan obligasi di BEI. Pada Rabu (4/3), Pencatatan Obligasi Berkelanjutan V WOM Finance Tahap III Tahun 2026 yang diterbitkan oleh PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk mulai dicatatkan di BEI dengan nominal sebesar Rp 1,5 triliun. Hasil pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) untuk obligasi tersebut adalah idAAA (Triple A) dengan Wali Amanat PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Masih pada hari yang sama, Obligasi Berkelanjutan III Provident Investasi Bersama Tahap II Tahun 2026 yang diterbitkan oleh PT Provident Investasi Bersama Tbk mulai dicatatkan di BEI dengan nilai sebesar Rp 940 miliar. Obligasi ini memperoleh peringkat idA (Single A) dari PEFINDO dan menunjuk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) sebagai Wali Amanat.
Obligasi Berkelanjutan I RMK Energy Tahap II Tahun 2026 yang diterbitkan oleh PT RMK Energy Tbk resmi tercatat dengan nilai Rp 560 miliar pada Rabu (4/3). Obligasi ini memperoleh peringkat idA (Single A) dari PEFINDO dengan PT Bank KB Bukopin Tbk bertindak sebagai Wali Amanat.
Dengan ketiga pencatatan itu, total emisi obligasi dan sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2026 adalah 36 emisi dari 26 emiten senilai Rp 40,51 triliun.
Total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 682 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp 565,70 triliun dan USD 134,01 juta yang diterbitkan oleh 133 emiten. Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 186 seri dengan nilai nominal Rp 6.683,44 triliun dan USD 352,10 juta. Emisi Beragun Aset (EBA) sebanyak 7 emisi senilai Rp 3,67 triliun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar