Sailun Driving Experience menuju Semarang, Sabtu (17/1/2025). Foto: Syahrul Ghiffari/kumparan
President Sailun Group, Xie Xiao Hong mengungkap strategi khusus yang diterapkan perusahaannya dalam menggarap pasar komponen ban di Indonesia.
Tidak hanya fokus menghadirkan produk berkualitas, Sailun turut merambah segmen yang lebih luas. Menurutnya, keterjangkauan harga produk menjadi salah satu faktor yang menentukan citra merek.
"Kita menilai brand image dari durabilitas produk, stabilitas supply, dan harga value for money dan harga yang bersahabat," buka Hong di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (17/1/2026).
Sailun Driving Experience menuju Semarang, Sabtu (17/1/2025). Foto: Syahrul Ghiffari/kumparan
Nilai maksimal yang bisa dijangkau dengan harga serendah mungkin atau value for money itu, bisa dicapai berkat penyesuaian di lini produksi. Mengandalkan robot otomatis mampu menekan biaya produksi ban di pabrik.
"Untuk menciptakan value for money, Sailun sudah mengaplikasikan otomasi sangat tinggi untuk mengurangi ban yang ada defect dan memproduksi kualitas tinggi dalam skala besar," jelasnya.
Bicara produksi, Sailun telah mengoperasikan fasilitas produksi yang berlokasi di Demak, Jawa Tengah. "Kita produksi lokal untuk memenuhi TKDN agar memenuhi kebutuhan masyarakat indonesia," sambung Hong.
Konferensi pers bersama Sailun di Semarang, Sabtu (17/1/2025). Foto: Syahrul Ghiffari/kumparan
Lebih dari itu, aktivitas lokalisasi memudahkan proses riset dan pengembangan perusahaan, supaya bisa menghadirkan produk yang sesuai kebutuhan pasar domestik.
"Kita akan memproduksi ban yang menyesuaikan kebutuhan kontur jalan di Indonesia melalui R&D (research and development) yang dilakukan tim di lapangan," ucapnya.
Sailun berencana menggarap variabel pasar yang luas, mulai dari kelas entry level, hingga diameter pelek besar. Alhasil, berbagai kebutuhan ban mobil penumpang di Indonesia bisa terpenuhi secara maksimal.
Sailun Driving Experience menuju Semarang, Sabtu (17/1/2025). Foto: Syahrul Ghiffari/kumparan
Adapun kisaran harga mulai dari Rp 500 ribu sampai Rp 900 ribu untuk ring 13-15, Rp 700 ribu sampai Rp 1,2 juta untuk ring 16-17, dan Rp 1,2 juta sampai Rp 2 juta untuk ring 18-20.
"Sailun berkomitmen, setiap Rupiah yang dikeluarkan akan memberikan manfaat yang lebih jauh dari ekspektasi konsumen. Kita juga menjamin keamanan ban kita sudah kualitas tinggi," tandas Hong.
Pabrikan asal Tiongkok ini berdiri pada 2001 sebagai produsen yang menyediakan berbagai jenis ban. Mulai dari passenger car radial (PCR), truck & bus radial (TBR) dan offroad tire radial (OTR).
Saat ini Sailun telah memasuki kelompok sepuluh produsen ban terbesar di dunia. Pencapaian itu didukung oleh sembilan fasilitas produksi, terdiri dari empat di China, dua di Vietnam, Kamboja, Indonesia, dan Meksiko. Terdapat pula 4 pusat riset dan pengembangan di China, Amerika Utara, dan Eropa, dan Asia Tenggara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar