Konferensi pers sinergi penanganan keluhan konsumen SPBU di Jawa Timur di SPBU Jalan Jemursari, Surabaya, Jumat (31/10/2025). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan
PT Pertamina Patra Niaga mencatat total aduan konsumen terkait kualitas BBM Pertalite di wilayah Jawa Timur (Jatim) sudah mencapai 290 aduan. Sekitar separuhnya sudah tertangani.
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo, mengatakan pihaknya berkomitmen fokus mengusut dugaan campuran air dalam BBM Pertalite, salah satunya membuka 15 posko pengaduan fisik. Konsumen juga bisa memberikan laporan melalui call center 135 hingga media sosial.
"Dari total semua kanal itu yang masuk ada 290, boleh dibilang 99 persen roda dua. Nah, itu sudah tertangani kurang lebih hampir separuhnya, yang kita dapat verifikasinya," ungkap Ega kepada wartawan di Surabaya, dikutip pada Sabtu (1/11).
Ega menyebut proses verifikasi perlu dilakukan Pertamina terkait lokasi pembelian BBM oleh konsumen yang melakukan pengaduan. Perusahaan juga masih akan terus membuka posko pengaduan.
"Kita harus pastikan bahwa mereka memang melakukan pembelian, kapan, di mana, dan kami masih terus buka pos ini dalam bentuk untuk menangani solusi masyarakat ini," tegas Ega.
Sejumlah pengendara sepeda motor antre untuk mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di salah satu SPBU Pertamina di Malang, Jawa Timur, Rabu (29/10/2025). Foto: Dok. kumparan
Ega menjelaskan, Pertamina Patra Niaga bersama Lemigas dan Kementerian ESDM sudah menyisir sekitar 300 SPBU di wilayah Pantura Jawa Timur, mulai dari Tuban, Lamongan, Gresik, Surabaya, hingga Bojonegoro dan Malang.
"Sampai dengan saat ini yang terkait dengan kandungan air ini, kami melakukan pengecekan dengan metodologi pasta air. Kami juga melakukan pengecekan dengan mekanisme densitas," jelas Ega.
"Kita juga melakukan pengecekan dengan standar visual clarity dan kejernihan warna daripada BBM untuk mengindikasi apakah ada kontaminan di dalam produk tersebut. Sejauh ini kita tidak menemukan indikasi hal tersebut," tambahnya.
Ega mengapresiasi adanya aduan masyarakat terkait produk BBM, khususnya di Kota Surabaya dan sekitarnya. Dia memastikan perusahaan memberikan atensi serius agar tidak sampai menimbulkan keresahan dan kerugian kepada masyarakat.
"Kami juga terbuka, dan saya yakin dari pihak aparat kepolisian juga melakukan hal yang sama, dan kami terus berkoordinasi untuk mencari dan mengetahui sebetulnya apa yang sebenarnya sedang terjadi," tutur Ega.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar