Search This Blog

Pramono Siapkan Sanggar Kegiatan Belajar untuk Anak Putus Sekolah di Cawang

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Pramono Siapkan Sanggar Kegiatan Belajar untuk Anak Putus Sekolah di Cawang
Oct 3rd 2025, 11:47 by kumparanNEWS

Suasana Gifted School Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (3/10/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Suasana Gifted School Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (3/10/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Pemprov DKI Jakarta berencana mengaktifkan kembali bangunan Gifted School di Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur, menjadi Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) yang ditujukan bagi anak-anak putus sekolah.

Hal itu disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat meninjau lokasi, Jumat (3/10). Turut hadir pula Wali Kota Jakarta Timur Munjirin dan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana.

"Hari ini saya memang secara khusus ingin melihat Gifted School yang mulai didirikan di tahun 2019. Dan kenapa saya ke sini? Saya ingin agar semua fasilitas yang sudah dibangun oleh pemerintah DKI Jakarta itu betul-betul bisa termanfaatkan secara baik," kata Pramono.

"Saya mendapatkan laporan ini dari masyarakat, belum termanfaatkan secara baik, sehingga dengan demikian, tadi setelah diskusi dengan warga masyarakat, dengan Ibu Kepala Dinas (Nahdiana), dengan Pak Wali Kota (Munjirin), maka tempat ini akan kita putuskan menjadi dua fungsi," tambahnya.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat diwawancarai di SMP Strada Santo Fransiskus Xaverius 1, Koja, Jakarta Utara, Jumat (3/10/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat diwawancarai di SMP Strada Santo Fransiskus Xaverius 1, Koja, Jakarta Utara, Jumat (3/10/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Ia menjelaskan, fungsi pertama adalah SKB yang difokuskan untuk menampung anak-anak yang putus sekolah maupun yang selama ini tidak bersekolah.

"Yang pertama untuk SKB, Sanggar Kegiatan Belajar, dan saya minta untuk dipersiapkan secara baik. Ini menjadi sanggar kegiatan belajar yang tadi kita lihat adalah anak-anak yang putus sekolah, anak-anak yang selama ini tidak sekolah, sehingga mereka mempunyai ruang tempat untuk belajar," ujarnya.

Selain itu, gedung tersebut juga akan digunakan untuk SMP baru. Pramono menyebut wilayah setempat memang belum memiliki SMP, sehingga keberadaan sekolah baru diyakini akan diminati warga sekitar.

Suasana Gifted School Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (3/10/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Suasana Gifted School Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (3/10/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

"Sedangkan untuk tadi, Ketua RW meminta ini juga dibuka SMP. Maka saya minta untuk menyiapkan tempat ini dipersiapkan menjadi dua fungsi tadi, satu untuk SKB, yang kedua untuk SMP. Karena SMP baru mulai dari awal tentunya penerimaan siswanya, karena di sini rupanya di kelurahan ini belum ada SMP-nya. Saya yakin pasti akan menjadi SMP yang diminati bagi warga yang ada di sekitar sini," kata Pramono.

Gedung Gifted School itu diketahui memiliki 15 ruang kelas dan asrama. Pemprov DKI berencana melakukan renovasi agar fasilitas dapat segera digunakan, termasuk pemanfaatan ulang kolam renang.

"Jadi ada 15 kelas, mungkin setiap kelas 36 (siswa). Yang jelas kalau dibagi untuk SKB dan SMP pasti memenuhi, mungkin separuh-separuh dan ada asramanya juga. Hal-hal yang baik dari pemerintah sebelumnya saya akan perbaiki, saya lanjutkan, termasuk ini," ujar Pramono.

Suasana Gifted School Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (3/10/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Suasana Gifted School Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (3/10/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

"Ini sebab kalau tidak difungsikan, sayang sekali sudah dibangun seperti ini. Jadi ini yang kemudian akan segera kami lanjutkan," tambahnya.

Awalnya, Gifted School dirancang untuk menampung anak-anak pintar dari keluarga kurang mampu, lengkap dengan fasilitas asrama dan kolam renang. Namun, konsep itu tidak berjalan sesuai rencana.

"Tetapi dalam perjalanannya, memang akhirnya, ya karena lingkungan dan sebagainya. Kalau dibuat untuk sekolah anak-anak yang dengan kemampuan khusus tadi, pasti mereka juga kurang nyaman dengan kondisi yang seperti ini. Sehingga demikian, akhirnya tidak dijalankan," jelas Pramono.

"Dan kemarin sempat digunakan untuk SMK, tetapi kan SMK-nya sudah kembali, sehingga saya minta kepada Ibu Kepala Dinas (Nahdiana) ini segera dimanfaatkan, ya itu tadi, kita putuskan dua tadi, untuk SMP dan SKB," tutupnya.

Media files:
01k6m4mcy9y3y805hk13zy9cza.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar