Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono di acara Switzerland Global Conference di Jakarta Selatan, Jumat (3/10/2025). Foto: Najma Ramadhanya/kumparan
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyatakan terdapat potensi investasi pihak Swiss untuk beberapa proyek infrastruktur Indonesia.
Katanya, proyek besar seperti Giant Sea Wall (GSW) yang membutuhkan waktu dan proses panjang perlu dibahas lebih intensif, sehingga membutuhkan kerja sama sekaligus dukungan investasi dari pihak luar.
"Kita membuka potensi untuk hadirnya inovasi dan juga investasi dari semua tentu dengan Swiss, inilah saat-saat yang baik karena membicarakan sesuatu yang besar, mega project, seperti Giant Sea Wall," kata pria yang akrab disapa AHY saat ditemui di sela acara Switzerland Global Conference di Jakarta Selatan, Jumat (3/10).
AHY pun menjelaskan pembahasan masih dilakukan secara umum antara dua pihak. Ia menambahkan, Swiss selama puluhan tahun telah memimpin dalam inovasi teknologi dan infrastruktur berkelanjutan, sehingga akan baik jika keunggulan tersebut dipadukan dengan potensi yang ada di Indonesia.
"Karena itu bagus kalau kita kawinkan dengan potensi dan apa yang sedang dikerjakan di Indonesia," kata AHY.
Terkait adanya pembicaraan investasi proyek infrastruktur lain dari Swiss, AHY menyebut bahwa tindak lanjut akan dilakukan dalam tahap berikutnya.
"Nanti kita follow up lagi," katanya.
Suasana pembangunan tanggul laut (Giant Sea Wall) di daerah Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, Jumat (13/6/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Sebelumnya, AHY mengungkapkan Giant Sea Wall di Indonesia diminati tidak hanya oleh investor China, tetapi juga Eropa hingga Timur Tengah.
Hal ini menyusul hasil pertemuan bilateral Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing, usai menghadiri perayaan 80 tahun kemenangan perang perlawanan rakyat China, Rabu 3 September 2025. Salah satunya membahas proyek GSW.
AHY mengatakan, pada rapat terbatas (ratas) terakhir, Prabowo membuka peluang investor proyek GSW juga datang tidak hanya dari kawasan Asia, namun juga dari Eropa dan Timur Tengah.
"Beliau memang menyampaikan sejumlah kalangan, dan kami juga tahu persis betapa sebetulnya isu ini juga mendapatkan perhatian sejumlah negara, bisa dikatakan potential investor termasuk dari Tiongkok, termasuk dari negara-negara lain. Tidak hanya di Asia, tapi juga di Eropa dan Timur Tengah," ungkapnya usai acara kumparan Green Initiative Conference di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, dikutip Jumat (3/10).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar