Search This Blog

Meski Kosong, Ini Alasan Traveler Tak Boleh Pindah Kursi Sembarangan di Pesawat

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Meski Kosong, Ini Alasan Traveler Tak Boleh Pindah Kursi Sembarangan di Pesawat
Oct 11th 2025, 14:00 by kumparanTRAVEL

Ilustrasi penumpang dengan sandaran kursi berada dalam posisi tegak. Foto: Shutterstock
Ilustrasi penumpang dengan sandaran kursi berada dalam posisi tegak. Foto: Shutterstock

Saat naik pesawat, traveler mungkin pernah tergoda untuk pindah ke kursi kosong di pesawat agar bisa rebahan lebih lega atau dapat pemandangan indah seperti dekat jendela. Ya, meski ingin, ternyata ada alasan kenapa kamu tidak diperkenankan pindah kursi pesawat sembarangan.

Dilansir travel.nine.com.au, posisi kursi penumpang tidak hanya soal kenyamanan, tetapi juga menyangkut keselamatan dan keseimbangan pesawat.

Ilustrasi kursi pesawat. Foto: Have a nice day Photo/Shutterstock
Ilustrasi kursi pesawat. Foto: Have a nice day Photo/Shutterstock

Ahli perjalanan atau travel expert, Brett Snyder, setiap kursi yang ditempati sudah diperhitungkan secara cermat untuk menjaga weight and balance atau keseimbangan berat pesawat.

"Ada yang disebut dengan 'weight and balance'. Pesawat harus dalam posisi seimbang agar dapat terbang dengan aman," ujar Snyder.

Keseimbangan ini sangat penting, terutama untuk pesawat berukuran kecil. Sedikit saja distribusi berat bergeser, bisa memengaruhi cara pesawat lepas landas atau mendarat.

Karena itu, maskapai menggunakan sistem khusus untuk menghitung posisi penumpang, kargo, hingga bagasi agar distribusi beban tetap ideal.

Aturan yang Kerap Diabaikan Wisatawan

Ilustrasi kursi pesawat. Foto: Thx4Stock/Shutterstock
Ilustrasi kursi pesawat. Foto: Thx4Stock/Shutterstock

Kondisi ini sering kali membuat wisatawan bingung terutama ketika mereka melihat deretan kursi kosong yang menggiurkan di penerbangan jarak jauh. Namun, awak kabin biasanya akan meminta penumpang tetap berada di kursi yang sudah ditetapkan, setidaknya hingga pesawat mencapai ketinggian jelajah.

"Penumpang boleh berpindah kursi, tapi harus menunggu izin dari awak kabin. Biasanya baru diperbolehkan setelah pesawat mengudara," jelas Snyder.

Selain alasan teknis, ada pula faktor etika dan keadilan. Kursi dengan ruang kaki ekstra atau posisi di baris pintu darurat merupakan kursi berbayar premium.

Jika penumpang lain berpindah tanpa izin, hal ini bisa menimbulkan ketidaknyamanan bagi mereka yang sudah membayar lebih.

Masalah Serupa di Maskapai Dunia

Kursi kelas ekonomi di pesawat ANA All Nippon Airways. Foto: KAZUHIRO NOGI/AFP
Kursi kelas ekonomi di pesawat ANA All Nippon Airways. Foto: KAZUHIRO NOGI/AFP

Kasus serupa pernah viral pada tahun 2019 ketika maskapai United Airlines menjelaskan kepada penumpang yang kecewa karena tak boleh pindah ke kursi Economy Plus yang kosong. Dalam unggahan resminya di media sosial, United menulis:

"Penumpang yang membayar kursi Economy Plus mendapatkan ruang ekstra yang menjadi hak mereka. Jika Anda membeli Toyota, Anda tidak bisa begitu saja membawa pulang Lexus hanya karena kursinya kosong."

Bagi para wisatawan yang ingin menempati kursi kosong, para ahli menyarankan untuk selalu meminta izin dengan sopan kepada awak kabin. Biasanya, setelah pesawat mencapai ketinggian jelajah dan kondisi kabin stabil, awak kabin akan dengan senang hati membantu memindahkan penumpang.

Langkah kecil seperti ini bukan hanya menunjukkan etika dalam bepergian, tetapi juga membantu menjaga keselamatan seluruh penumpang di dalam pesawat.

Media files:
01gm4n5w2nqpwgfvxymqvkdx2b.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar