Search This Blog

Ketika Anak Down Syndrome di Surabaya Berkarya dengan Kue

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Ketika Anak Down Syndrome di Surabaya Berkarya dengan Kue
Oct 4th 2025, 15:08 by BASRA (Berita Anak Surabaya)

Anak-anak down syndrome di Surabaya. Foto: Masruroh/Basra
Anak-anak down syndrome di Surabaya. Foto: Masruroh/Basra

"Lebih dari Sekadar Kromosom: Kami Punya Mimpi." Slogan Down Syndrome Awareness Month (DSAM) 2025 terasa nyata di Perpustakaan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), ketika lebih dari 20 anak Down Syndrome bersama orang tuanya antusias mengikuti kegiatan Pelatihan Wirausaha Kreatif: Anak Down Syndrome – Berkarya dengan Kue, Sabtu (4/10).

Kegiatan ini digagas oleh tim dosen pengabdi ITS bersama Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome (PIK POTADS) Jawa Timur, dengan dukungan penuh dari Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) ITS, serta fasilitasi Perpustakaan ITS sebagai tuan rumah.

Pelatihan ini merupakan salah satu rangkaian Bulan Kepedulian Down Syndrome 2025 yang mengusung tema "Tumbuh, Berkembang, dan Bermakna." Melalui kegiatan sederhana membuat kue Churros—kue ringan yang mudah dibuat di rumah—anak-anak tidak hanya berlatih keterampilan motorik, tetapi juga dikenalkan pada peluang bisnis kreatif dari rumah. Kue yang dihasilkan dapat dinikmati bersama keluarga maupun dijadikan produk usaha kecil, sehingga menjadi bekal awal untuk kemandirian.

Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Melalui sinergi dengan komunitas, ITS berupaya memberdayakan keluarga yang memiliki anak dengan Down Syndrome agar lebih terampil, percaya diri, dan siap mendampingi putra-putrinya menuju masa depan yang mandiri.

"Setiap anak punya potensi untuk tumbuh dan berkembang. Melalui kegiatan sederhana ini, kami ingin membekali mereka dengan keterampilan yang bisa menjadi bekal menuju kemandirian," tutur Dr. Kartika Nuswantara, M.Pd., Ketua Tim Pengabdi ITS.

Wakil DRPM ITS, Prof. Dr. Nurul Jadid, S.Si., M.Sc., menambahkan, "Program ini menunjukkan bagaimana Tri Dharma Perguruan Tinggi dapat langsung menyentuh masyarakat. Akademisi hadir bukan hanya lewat riset, tetapi juga lewat pendampingan nyata. DRPM ITS senantiasa mendorong pengabdian masyarakat yang berdampak nyata, seperti kegiatan ini yang mendukung pemberdayaan keluarga anak Down Syndrome."

Sementara itu, Ketua PIK POTADS Jawa Timur, Endah Sugiarti, menyampaikan apresiasi. "Kami sangat mengapresiasi dukungan ITS yang telah membuka peluang besar bagi anak-anak Down Syndrome. Dari dapur sederhana, mereka belajar percaya diri, berkreasi, dan mengenal kewirausahaan sebagai bekal menuju kemandirian."

Lebih dari sekadar membuat kue, pelatihan ini menjadi perjalanan kecil menuju mimpi besar: anak-anak Down Syndrome yang tumbuh, berkembang, dan bermakna di tengah masyarakat.

Media files:
01k6q4334w18qdbandvfhef7z9.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar