Pemain film Jembatan Shiratal Mustaqim Imelda Therinne saat berkunjung ke kantor kumparan. Foto: Dicky Adam Sidiq/kumparan
Aktris Imelda Therinne terlibat dalam film Jembatan Shiratal Mustaqim. Film arahan sutradara Bounty Umbara itu bukan sekadar sebuah pekerjaan bagi Imelda.
Kata Imelda Therinne, film tersebut merupakan sebuah perjalanan yang menguras stamina fisik sekaligus menyentuh sisi spiritualnya.
Imelda mengungkapkan dirinya harus menghadapi tantangan teknis di lapangan hingga perenungan mendalam tentang kehidupan, keluarga, dan tanggung jawab.
"Pengalamannya luar biasa ya, karena challenging-nya, challenge-nya itu di medan sih. Banyak teknis. Jadi membutuhkan, apa ya, stamina yang kuat ya, fisik," ungkap Imelda Therinne di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, belum lama ini.
Pemain film Jembatan Shiratal Mustaqim Imelda Therinne saat berkunjung ke kantor kumparan. Foto: Dicky Adam Sidiq/kumparan
Imelda Therinne soal Syuting Film Jembatan Shiratal Mustaqim
Sejak awal, Bounty Umbara selaku sutradara memang sudah memperingatkan beratnya proses syuting film tersebut. Imelda mengatakan bahwa proses syuting film itu memang menuntut ketahanan fisik yang kuat.
"Dari awal Mas Bounty udah bilang, 'Ini filmnya bakal pontang-panting, Mel, bakal blusukan dan ya, semua alhamdulillah berjalan lancar karena aku juga suka blusukan, suka adventure'," ungkap Imelda.
"Cuman memang kalau dari segi syuting, kita kebalik jamnya. Jadi cukup challenging ngejar malam," tambahnya.
Selain dari segi fisik, proses syuting tersebut juga menyentil sisi spiritualnya. Apalagi Jembatan Shiratal Mustaqim menjadi salah satu fase yang harus dilewati umat manusia sebelum menuju surga atau neraka.
"Spiritual sih, eh pertama kali aku disodorin judulnya aja aku udah cukup kayak, langsung kesentil gitu. Hah? Kayak apa ya, gitu. Gimana challenge-nya mungkin gimana eh kita berada sampai di titik jembatan itu, eh antara penasaran tapi takut juga," tutur Imelda Therinne.
Pemain film Jembatan Shiratal Mustaqim Imelda Therinne, Raihan Khan dan Agus Kuncoro saat berkunjung ke kantor kumparan. Foto: Dicky Adam Sidiq/kumparan
Film garapan produser Dheeraj Kalwani ini mengangkat isu korupsi dan balasan di akhirat. Film ini dilengkapi dengan visual neraka, Padang Mahsyar, Surga, hingga jembatan Shiratal Mustaqim, jembatan yang disebut paling menakutkan karena terbentang di atas neraka dan hanya bisa dilalui dengan amal serta doa keluarga.
Film ini bercerita tentang Arya (Raihan Khan), seorang pemuda korban tsunami yang terseret dalam misteri penggelapan dana bantuan. Bersama sang ibu (Imelda Therinne), ia mencoba mengungkap kebenaran, namun justru diteror penglihatan mengerikan tentang jembatan Shiratal Mustaqim.
Film Jembatan Shiratal Mustaqim digarap dengan serius, terutama dalam menghadirkan visual akhirat. Proses CGI memakan waktu setahun demi memberikan pengalaman sinematik yang belum pernah ada di film horor Indonesia.
Jembatan Shiratal Mustaqim akan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 9 Oktober 2025. Film ini dinilai bukan hanya sebagai tontonan horor, melainkan juga ajakan refleksi bagi penonton tentang makna amal, doa, dan konsekuensi perbuatan di dunia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar